| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
|
| |
Fungsi otak pada manusia (detail) |
| |
|
| |
|
| |
|
Tanda-tanda adanya gangguan ADHD
sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak anak masa pra sekolah. Kurangnya atensi,
hiperaktif dan kompulsif merupakan tanda-tanda yang langsung dapat ditangkap
adanya gangguan pada anak, misalnya saja anak tidak suka atau kehilangan minat
untuk bermain, berlari kesana-kemari dan tidak dapat mengontrol keinginannya
untuk menyentuh benda-benda disekitarnya. Bila orangtua menangkap gejala
tersebut seharusnya segeralah membawa anaknya ke dokter anak atau psikolog.
Penangan secara dini akan memberikan kontribusi perilaku yang lebih baik ketika
anak memasuki tahap perkembangan selanjutnya.
Gangguan hiperaktif-kompulsif mungkin secara langsung bisa terlihat pada
perilaku anak, namun tidak pada tipe gangguan atensi, anak terlihat dapat
bekerjasama dengan orang sekitarnya, sehingga tipe ini kadang terabaikan secara
kasat mata.
Untuk mendiagnosa secara tepat, tenaga profesional biasanya akan mengumpulkan
data-data secara lengkap untuk memutuskan diagnosis apakah anak tersebut
mengidap gangguan ADHD atau tidak, data tersebut berupa;
- latar belakang keluarga anak
- Kemungkinan gangguan pendengaran
- Ketidakmampuan belajar
- Kecemasan dan depresi
- Pengaruh obat-obatan sebelumnya yang memungkinkan terjadinya gangguan otak
- Kondisi fisik seperti kondisi lobus frontal
- Test psikologi (adaptasi sosial, kesehatan mental, test intelligensi, dan test
prestasi)
- Situasi-situasi pencetus stress pada anak
Beberapa test lainnya dapat diberikan oleh terapis berupa tes kemampuan membaca,
pemecahan matematika, atau beberapa papan permainan. Tenaga profesional kadang
juga perlu melakukan obervasi secara langsung dalam kehidupan sang anak. Bila
ditemukan adanya gangguan ADHD secara pasti, tenaga ahli akan membicarakan
masalah ini kepada gurunya di sekolah, guru juga akan dilibatkan dalam
mendiagnosa gangguan tersebut, biasanya guru akan diberikan sebuah form evaluasi
(behavior rating scales) perilaku anak untuk diisi oleh guru yang bersangkutan.
SIMTOM
Gejala diagnosa bila 6 gejala atau lebih menetap minimal selama 6 bulan atau
lebih yang berpengaruh pada tingkat perkembangan mental;
1) Gejala gangguan tipe atensi
a) Sulit berkonsentrasi, mengorganisir tugas,
atau mempersiapkan peralatan untuk tugas
b) Mudah terpengaruh atau kehilangan konsentrasi bila ada faktor gangguan atau
suara
c) Tidak mampu berkonsentrasi pada hal-hal detil atau mengikuti instruksi
d) Sering membuat kesalahan pada tugas disekolah atau aktivitas tertentu
e) Gagal dalam menyelesaikan tugas-tugas penting di sekolah
f) Mudah lupa
g) Seperti tidak menyimak pembicaraan, terlihat lesu atau kurang bergairah dan
sering melamun
2) Gejala gangguan tipe hiperaktif-kompulsif
a) Selalu terlihat aktif, ingin melakukan
sesuatu
b) Gelisah, selalu melipat tangan atau kakinya ketika duduk
c) Tidak bisa diam, selalu ingin bergerak
d) Pada anak relatif kecil suka berlari, melompat dan memanjat secara konstan
e) Berbicara setiap waktu
f) Langsung menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan
g) Tidak sabar dalam menunggu giliran
h) Suka menyeletuk pembicaraan orang lain
3) Tipe kombinasi antara gangguan atensi dan hiperaktif-kompulsif
Setiap anak yang diduga mengidap gangguan ADHD haruslah hati-hati dalam
kesimpulan diagnosa, karena simtom yang ada bisa saja menyerupai seperti
gangguan ADHD akan tetapi sebenarnya anak tersebut bisa saja dalam kondisi medis
tertentu, atau dalam situasi stress
yang dapat mempengaruhi perilakunya menyerupai gangguan ADHD. Oleh sebab itu
kondisi tersebut haruslah didiagnosa oleh tenaga profesional yang sudah
berpengalaman dibidangnya.
Dalam melakukan diagnosa, tenaga profesional (bahkan terlibat beberapa bidang
ahli di dalamnya seperti; psikiater, psikolog, dokter anak, neurologis, tenaga
sosial) akan melakukan assessment secara klinis dengan melihat akademik dan
situasi sosial anak, fungsi emosi dan kemampuan dalam perkembangan.
TREATMENT
Studi yang begitu lama membuktikan bahwa kombinasi antara obat-obatan dan
psikoterapi (behavioral therapy) dan manajemen medikasi yang tepat, terapi yang
intensif dan komunitas treatment yang rutin telah menolong anak-anak dengan
gangguan ADHD menjadi lebih baik. Menurunnya intensitas kecemasan, membaiknya
penampilan di sekolah, meningkatnya kualitas hubungan antara orangtua-anak,
meningkatkan kemampuan sosial merupakan keuntungan pemberian treatment secara
dini, tentunya dengan medikasi yang rendah dosis.
Kadang beberapa anak menunjukkan efek buruk dari medikasi, oleh karenanya
perlunya pengawasan ketat dalam pemberian obat-obatan, apalgi bila anak tersebut
disertai dengan gangguan kecemasan dan depresi. Haruslah berhati-hati dalam
memberi obat-obatan medis
a) Medikasi
Jenis obat simultan berguna menurunkan gejala hiperaktif dan kompulsif,
beberapa anak juga dilaporkan meningkatnya konsentrasi, pekerjaan dan belajar.
Selain itu obat jenis simultan juga meningkatkan koordinasi tubuh sehingga anak
tidak menemui kesulitan dalam melakukan pekerjaan tangan atau berolahraga.
Jenis simultan dianggap paling baik, dalam dosis yang rendah tidak akan membuat
anak seperti “fly”. Selama pemberian obat dalam dosis rendah dan terkontrol
jenis simultan ini dianggap tidak menimbulkan adiktif. Dalam treatmen juga
diusahakan manajemen pemberian obat-obatan, misalnya seminggu sekali atau pada
waktu siang hari.
Jika dalam seminggu tidak memberi pengaruh meningkatkan performance,
dokter akan meningkatkan dosis, jika tidak juga memberi pengaruh maka dokter
akan mengganti dengan obat jenis lainnya.
|
Obat yang digunakan untuk gangguan ADHD pada
anak-anak
|
|
Nama Obat |
|
Nama Generik |
|
Peruntuk |
| |
|
|
|
|
|
Adderall
Adderall XR |
|
amphetamine |
|
3 > Tahun |
|
Concerta |
|
methylphenidate |
|
6 > tahun |
|
Cylert
 |
|
pemoline |
|
6 > tahun |
|
Daytrana |
|
methylphenidate |
|
6 > tahun |
|
Dexedrine
Dextrostat |
|
dextroamphetamine |
|
3 > Tahun |
|
Focalin |
|
dexmethylphenidate |
|
6 > tahun |
|
Metadate ER
Metadate CD |
|
methylphenidate |
|
6 > tahun |
|
Ritalin |
|
methylphenidate |
|
6 > tahun |
|
Strattera |
|
atomextine |
|
6 > tahun |
|
Vyvanse |
|
lisdexamfetamine |
|
6 > tahun |
| |
|
|
|
|
|
|
Cylert mempunyai pengaruh buruk terhadap fungsi
ginjal, oleh karenanya obat ini tidak diberikan pada awal-awal terapi |
|
b) Psikoterapi
Behavior therapy
Terapi ini berguna untuk meningkatkan kemampuan pada anak, pada terapi ini
orangtua terlibat langsung dalam terapi, misalnya memberikan penghargaan
terhadap perilaku yang positif yang ditujukkan oleh anak. Ketika anak mulai
kehilangan kontrol, orangtua mengambil time out, dan menyuruh anak untuk diam di
kursinya sampai ia menjadi tenang. Tujuan dalam terapi ini juga mengajarkan anak
untuk mengenal muatan-muatan emosinya. Terapi juga mengajarkan orangtua teknik-teknik
bersenang-senang dengan anak ADHD tanpa harus merasa tertekan.
Social skills training
Dalam pelatihan ini anak belajar cara-cara menghargai dan menempatkan
dirinya bersama dengan kelompok bermainnya. Pelatihan ini juga anak diajarkan
kecakapan bahasa nonverbal melalui insyarat wajah, ekspresi roman, intonasi
suara sehingga anak cepat tanggap dalam pelbagai situasi sosial. Disamping itu
anak juga diajarkan untuk belajar mengendalikan impuls misalnya dilatih untuk
menunggu giliran bermain, berbagi mainan dengan temannya, Pelatihan ini juga
diharapkan anak dapat mengontrol perilaku amarah yang tidak terkendali.
Family support groups
Merupakan kelompok orangtua yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan
ADHD untuk berbagi pengalaman. Kelompok ini juga saling menyediakan informasi
bagi sesama anggotanya, mengundang pembicara profesional untuk berbagi
pengetahuan dalam menghadapi dan membesarkan anak-anak mereka [PD]
___________________
|