|
Gangguan makan terjadi dari beberapa perilaku makan berupa perilaku mengurangi
makan hingga pada perilaku mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Pola perilaku
ini disebabkan oleh pengaruh distress atau disebabkan oleh beberapa faktor
pengkondisian bentuk tubuh tertentu.
Individu yang memiliki gangguan makan biasanya mereka makan dalam porsi tertentu,
dalam jumlah kecil atau banyak, akan tetapi dorongan-dorongan kuat untuk
melakukan perilaku tersebut merupakan permasalahan yang tidak bisa dikontrol
oleh dirinya.
Gangguan makan biasanya dimulai pada awal dewasa, beberapa laporan menyebutkan
bahwa gangguan tersebut juga muncul di awal masa kanak-kanak yang berlanjut pada
usia dewasa. Gangguan makan yang terjadi pada masa kanak-kanak biasanya mereka
sembunyikan dari orangtua.
Berdasarkan DSM IV, gangguan makan dibagi dalam 3 tiga tipe yakni
anoreksia
nervosa, bulimia nervosa dan gangguan makan yang tidak terdefinisi. Pada umumnya
penderita anoreksia mempertahankan bentuk tubuhnya untuk tetap kurus, dalam
bentuk ekstrim mereka beranggapan bahwa semakin seseorang maka semakin baik.
Sebagian besar anoreksi mengidap pada wanita seumur hidupnya. Bila penderita
anoreksi mengurangi jumlah makan sebaliknya pada penderita bulimia makan dalam
jumlah besar yang diikuti dengan muntah atau sengaja untuk muntah.
Gangguan makan dalam bentuk lain adalah overeating compulsive, yakni perilaku
makan secara berlebihan, perilaku tersebut tidak dapat dikontrol oleh individu
berseangkutan, biasanya individu akan terus melakukan kebiasaannya meskipun
telah mencapai obesitas bahkan sampai sakit. Gangguan ini mengidap pada pria
sebagian besarnya.
Frekuensi gangguan makan kadang muncul secara beriringan dengan gangguan
psikologis lainnya seperti depresi, terlibat dalam kekerasan atau ganguan
kecemasan. Disamping itu individu dengan masalah makan ini kadang juga rentan
dengan gangguan kesehatan seperti gagal ginjal, bahkan sampai pada kematian.
SIMTOM
1) Anoreksia Nervosa
Anoreksia nervosa adalah jenis gangguan makan dimana individu menjaga bentuk
tubuhnya agar tetap kurus atau untuk lebih kurus lagi dibawah berat normal.
Individu dengan anoreksia nervosa sangat takut dirinya bertambah berat badan, ia
akan mempertahankan rasa lapar secara ekstrim, bila ia merasa makan agak
berlebihan maka ia akan segera memuntahkannya.
Beberapa simtom;
Penurunan berat badan secara drastic
Diet ketat
Takut dirinya gemuk atau bertambah berat badan
Memperhitungkan secara detail kalori dan gizi
Cenderung untuk makan sendiri
Olahraga ketat
Rambut mudah rontok
Depresi
Siklus menstruasi tidak teratur
Anemia
Tekanan darah rendah
2) Bulimia Nervosa
Bulimia nervosa adalah jenis gangguan makan dimana individu makan dalam jumlah
melebihi porsi normal atau secara berlebihan, perilaku makan tersebut sebagai
akibat individu kesulitan dalam mengontrol keinginannya untuk berhenti makan.
Selanjutnya individu akan memuntahkan, atau makan obat pencuci perut karena
khawatir akan obesitas.
Beberapa simtom;
Makan secara berlebihan
Diet dan olahraga berlebihan
Sering ke kamar mandi
Sering melakukan evaluasi diri terhadap berat tubuh
Sering memakai obat pencuci perut sebagai cara menurunkan berat badan
Gangguan dan sering sakit gigi
Dehidrasi
Depresi dan sering terjadi perubahan mood
Sering gembung atau sesak karena kekenyangan
3) Overeating compulsive
Individu dengan gangguan overeating compulsive juga dikenal dengan sebutan
binge-eating disorder merupakan bentuk dari perilaku makan dimana individu
seperti kehilangan kontrol terhadap nafsu makan. Tidak seperti gangguan bulimia,
individu dengan gangguan overeating ini tidak melakukan kegiatan apapun untuk
menguruskan badannya. Akibatnya, kebanyakan individu dengan gangguan ini
mengalami berat badan berlebihan (obesitas).
Beberapa simtom;
Makan berlebihan dari jumlah waktu makan orang secara normal
Makan dalam jumlah porsi yang lebih besar meskipun tidak lapar
Makan sampai kekenyangan
Lebih menyukai makan sendiri
Distres
Makan banyak yang tidak diimbangi dengan olahraga
PENYEBAB
Faktor penyebab kemunculan gangguan makan tidak diketahui secara pasti, dugaan
sementara sama halnya dengan gangguan neurologi lainnya, gangguan susunan sistem
syaraf dalam otak yang mempengaruhi perilaku tidak normal. Pengaruh genetika
juga dianggap salah faktor yang mempengaruhi gangguan ini.
Rendahnya self esteem dan self control, depresi, kecemasan,
kendali amarah, hidup dalam kesendirian merupakan faktor-faktor psikologis yang
memungkinkan penyebab munculnya gangguan makan.
Permasalahan hubungan interpersonal antar sesama anggota keluarga dan hubungan
personal dengan orang lain, memiliki hubungan riwayat terbentuknya gangguan.
Kekerasan fisik dan pelecehan seksual dalam keluarga dapat memicu trauma dengan
kompensasi cara makan yang salah.
Faktor sosial juga ikut memberi peranan terhadap gangguan makan, adanya
stereotip bahwa pria atau wanita harus memiliki tubuh yang ideal, kurus sebagai
suatu standar kecantikan, telah membuat pria dan wanita membentuk tubuhnya
dengan cara-cara tidak seimbang dengan kesehatan. Misalnya saja pada gangguan
anoreksia yang sangat takut terjadi peningkatan berat badan, mereka secara
ekstrim melakukan diet untuk tetap kurus, pada penderita bulimia yang terobsesi
dengan berat badannya, tetap melakukan makan akan tetapi melakukan diet dan
olahraga keras agar tidak terjadi penambahan berat badan. Sebaliknya pada
gangguan makan kompulsif merasa ketidakberdayaan untuk makan melebihi porsi
normal sehingga terjadi obesitas yang tidak seimbang antara tinggi badan dan
tinggi, bahkan diantaranya sampai pada sakit.
TREATMENT
Treatment pada gangguan anokresia dilakukan dengan tiga tahap; tahap pertama
adalah mengembalikan berat badan dalam keadaan seimbang dan normal, cara pandang
terhadap diri sendiri (seperti meningkatan harga diri dan menghadapi konflik
interpersonal) dan menghilangkan kebiasaan dan pikiran-pikiran yang dapat
menimbulkan gangguan makan kembali.
Obat-obat medis diperlukan bila gangguan tersebut disertai dengan ganguan
psikologis lainnya seperti gangguan kecemasan, depresi atau gangguan mood
lainnya. Perawatan rumah sakit biasanya tetap dibutuhkan, misalnya pada
penderita gangguan anoreksia sebagian besar anoreksia akut dapat mengakibatkan
kematian akibat komplikasi beberapa gangguan kesehatan lainnya, dehidrasi,
disamping itu adanya dorongan bunuh diri pada pasien.
Penggunaan jenis obat antidepressant seperti fluoxetine (Prozac) dianggap
efektif dalam menghambat perilaku kompulsif makan dan akan menekan dorongan
makan yang ada pasien bulimia yang mengalami gangguan kecemasan atau depresi.
Cognitive behavioral therapy (CBT) dilakukan dapat mengurangi dorongan-dorongan
makan yang tidak terkendali dan menghambat kembali munculnya hasrat tersebut.
Terapi CBT diberikan dengan metode terapi kelompok efektif dalam menghilangkan
kebiasaan makan berlebihan.
Terapi keluarga akan membantu dalam men-support pasien, beberapa penelitian
menunjukkan bahwa semakin kuatnya dukungan dari anggota keluarga maka akan
semakin cepat penyembuhan penderita gangguan makan. [PD]
___________________
|