|
Gangguan ereksi merupakan permasalahan yang menyangkut ketidakmampuan pria dalam
melakukan intercourse. Gangguan dapat berupa gangguan secara keseluruhan, dimana
penis samasekali tidak ereksi selama memasuki tahap awal hubungan intim. Bentuk
lainnya adalah kehilangan ereksi secara tiba-tiba atau pada masa tertentu selama
atau dalam hubungan intim. Gangguan ini disebut disfungsi ereksi, disfungsi
seksual, impotensi.
Gangguan ereksi sifatnya ada sementara waktu dan permanen. Gangguan yang
sifatnya sementara dapat kembali sembuh dan tidak diperlukan treatment untuk
mengembalikan kemampuan ereksi, sementara gangguan yang sifatnya permanen akan
berlangsung selama hidupnya. Gangguan ereksi permanen ini akan berdampak pada
beberapa gangguan psikologis lain seperti rendahnya penghargaan diri dan
penolakan dari pasangannya, oleh karenanya dibutuhkan treatmen untuk
penyembuhannya.
Pada awalnya, orang awam mempercayai bahwa gangguan ereksi disebabkan oleh
faktor psikologis semata (pikiran-pikiran yang ada di dalam otak pria), misalnya
gangguan disebabkan rasa cemas berlebihan saat akan melakukan hubungan intim,
atau disebabkan oleh pria yang terlalu tegang untuk memulai hubungan intim.
Penelitian terkini menyebutkan bahwa ternyata permasalahan tersebut bukanlah
bersifat sementara atau dapat hilang dengan begitu saja dengan sugesti diri (seperti
mengatakan pada dirinya sendiri jangan terlalu khawatir, dsb), faktor fisik
lebih banyak mempengaruhi gangguan ereksi.
Bagi pria gangguan ereksi adalah hal yang paling menakutkan, kebanyakan pria
kehilangan semangat hidupnya setelah mengalami gangguan ereksi. Untuk mengetahui
penyebab gangguan ereksi oleh faktor psikologis atau fisik, dapat diketahui
dengan melihat ereksi pada malam hari, secara normal pria akan mengalami ereksi
3 sampai 5 kali dalam semalam atau setidaknya ereksi selama 30 menit, bila tidak
terjadi ereksi maka dipastikan gangguan disebabkan oleh faktor fisik. Sementara
gangguan ereksi yang disebabkan oleh faktor psikologis misalnya ejekulasi
prematur (orgasme pria terlalu dini). Ejekulasi primatur tidaklah sama dengan
impotensi, pada pria yang mengalami ejekulasi primatur penis dapat ereksi secara
normal.
Kesuburan pria juga tidak berhubungan dengan impotensi, pada pria mengalami
impotensi meskipun tidak mampu ereksi tapi masih dapat menghasilkan sperma subur
yang dapat membuahi. Pada pria yang tidak subur, ia mampu ereksi namun tidak
mampu membuahi atau mempunyai anak.
PENYEBAB
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan ereksi;
Kemampuan ereksi berhubungan erat dengan sistem syaraf, hormon, otak, dan
tekanan darah. Gangguan pada bagian tersebut memungkinkan kemunculan gangguan
ereksi;
1) Kondisi dan penyakit
- Diabetes Mellitus
- Tekanan darah tinggi
- Luka pada spinal cord
- Kerusakan sistem syaraf (misalnya disebabkan oleh operasi prostat)
- Gangguan neurologis seperti penyakit Parkinson
- Penyakit sirosis hepatis (peradangan difus dan menahun pada hati)
- Gagal ginjal kronik
- Hipertiroidisme
- Hiperesterogenisme
2) Efek medikasi
- Penggunaan obat-obat tekanan darah tinggi dalam jangka panjang (jenis
beta-blockers)
- Penggunaan obat tidur dalam jangka panjang
- Penggunaan obat antidepressant dalam jangka panjang
- Penggunaan obat untuk sakit lever seperti digoxin dalam jangka panjang
3) Penggunaan narkoba dan zat adiktif lainnya
- Nikotin pada rokok
- Alkohol
- Kokain
4) Faktor psikologis
- Depresi
- Stres
- Kecemasan
- Poblem amarah
- Ketakutan
5) faktor lain
- Problem komunikasi dengan pasangan
- Harapan seksual yang tidak tercapai atau tidak realistis
- Adanya tekanan-tekanan "tugas" dalam melakukan hubungan intim seperti
lamanya waktu
- Komunikasi yang negatif, mencaci, tidak menghargai
Gangguan ereksi dapat terjadi pada setiap pria, ini akan mempengaruhi sepanjang
kehidupannya. Faktor fisik menjadi hal yang paling sering terjadi pada pria
berusia lanjut sementara faktor psikologis lebih banyak terjadi pria dengan
golongan usia muda.
MENCEGAH SECARA DINI
• Tidak merokok
• Tidak meminum minuman beralkohol atau minuman illegal lainnya
• Istirahat yang cukup
• Olahraga teratur
• Makanan yang sehat dan bergizi
• Seks yang sehat dengan pasangan yang sah
• Komunikasi baik dengan pasangannya
SARAN LAINNYA
• Jangan membicarakan orang lain ketika berhubungan intim
• Menghargai pasangan dan belajarlah memuji pasangan.
• Rasa cemas akan membuat penis kehilangan ereksi. Ciptakan rasa akrab dengan
pasangan sebelum melakukan coitus
• Jangan menggunakan obat kuat atau jamu tanpa rekomendasi atau tidak dianjurkan
oleh dokter untuk memakainya
• Jangan membiasakan diri melakukan hubungan seksual sebagai pelampiasan stres
• Konsultasikan dengan dokter jika Anda menggunakan obat-obatan dikarenakan
penakit lain dalam jangka panjang, diskusikan dengan dokter efek samping
penggunakan obat-obatan dalam dosis tertentu, dan bila Anda bermaksud
menggantikan jenis obat atau berhenti memakainya lakukan konsultasi dengan
dokter terlebih dahulu.
Beberapa hal yang perlu diwaspadai
- Perubahan urin yang menetap
- Sering sakit pada punggung bagian belakang
- Operasi prostat
- Luka pada bagian syaraf tertentu yang berhubungan dengan kemampuan ereksi,
misalnya tulang belakang, luka pada penis, dsb
- Ereksi yang tidak diharapkan dalam keadaan sadar
- Ereksi lebih dari 4 jam tanpa ada aktivitas seksual
TREATMENT
Segeralah ke dokter bila Anda merasakan adanya gangguan ereksi, dokter
kemungkinan akan melakukan serangkain test untuk diagnosa yang tepat;
- Analisis urin
- Uji darah seperti CBC, metabolisme, PSA dan tingkat hormon
- NPT (nocturnal penile tumescence)
- Rigiscan
- Test syaraf
- Psikometri
- Dsb
Test-test tersebut berguna dalam perlakuan treatmen secara hati-hati dan tepat
sasaran. Test tersebut juga bertujuan untuk mengetahui penyebab utama gangguan
yang muncul, misalnya saja gangguan ereksi yang disebabkan oleh hormon yang
tidak seimbang maka treatment mengarah pada medikasi endokrin
Banyak teknik untuk menyembuhkan gangguan ereksi, seperti pengunaan obat-obatan,
injeksi (seperti alprostadil) atau penggunaan vakum. Pasien haruslah
cermat dan berhati-hati akan kemungkinan dampak atau komplikasi yang muncul
selama pengobatan, oleh karenanya pasien harus jeli dan berkonsultasi masalah
ini secara jelas kepada dokter yang menanganinya.
Jenis obat yang sering digunakan dalam penyembuhan gangguan ereksi seperti
sildenafil (Viagra), vardenafil (Levitra), dan tadalafil yang
digunakan untuk gangguan sedang. Hal yang perlu diingat bahwa meskipun jenis
obat tersebut cukup terkenal, tidak kesemua jenis tersebut dapat menyembuhkan
secara total. Terpenting janganlah menggunakan obat-obat tersebut bila pasien
tidak mengalami gangguan ereksi atau mengalami impotensi.
Obat diatas juga tidak bisa digunakan bersamaan dengan jenis obat yang lain,
beberapa pasien dengan gangguan hati (lever) dapat mengakibatkan kematian bila
jenis obat (nitroglycerin) dikonsumsi secara bersamaan dengan obat ereksi.
Saat ini metode operasi implantasi (penile prosthesis) juga dapat menjadi
alternatif dalam penyembuhan gangguan ereksi, sesuaikanlah dengan diri Anda dan
konsultasikan ke dokter bila beberapa alternatif dapat dilakukan untuk
penyembuhan gangguan ereksi ini. [PD]
___________________
|