Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Psikologi

Artikel psikologi umum.

 
     
 

Gangguan Ereksi


Artikel Psikologi | 04/2009 | Pikirdong | Psikologi

 
 
   
 

Peringatan


Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter. Perbedaan diagnosa dan informasi yang Anda peroleh selama perawatan tanyakanlah pada mereka yang berkompeten dibidangnya. Janganlah ragu apa yang mereka katakan bila berbeda dengan informasi yang kami sampaikan. Tanyakanlah informasi secara jelas pada mereka yang telah terjun secara profesional dibidangnya.

   

Gangguan ereksi merupakan permasalahan yang menyangkut ketidakmampuan pria dalam melakukan intercourse. Gangguan dapat berupa gangguan secara keseluruhan, dimana penis samasekali tidak ereksi selama memasuki tahap awal hubungan intim. Bentuk lainnya adalah kehilangan ereksi secara tiba-tiba atau pada masa tertentu selama atau dalam hubungan intim. Gangguan ini disebut disfungsi ereksi, disfungsi seksual, impotensi.

Gangguan ereksi sifatnya ada sementara waktu dan permanen. Gangguan yang sifatnya sementara dapat kembali sembuh dan tidak diperlukan treatment untuk mengembalikan kemampuan ereksi, sementara gangguan yang sifatnya permanen akan berlangsung selama hidupnya. Gangguan ereksi permanen ini akan berdampak pada beberapa gangguan psikologis lain seperti rendahnya penghargaan diri dan penolakan dari pasangannya, oleh karenanya dibutuhkan treatmen untuk penyembuhannya.

Pada awalnya, orang awam mempercayai bahwa gangguan ereksi disebabkan oleh faktor psikologis semata (pikiran-pikiran yang ada di dalam otak pria), misalnya gangguan disebabkan rasa cemas berlebihan saat akan melakukan hubungan intim, atau disebabkan oleh pria yang terlalu tegang untuk memulai hubungan intim. Penelitian terkini menyebutkan bahwa ternyata permasalahan tersebut bukanlah bersifat sementara atau dapat hilang dengan begitu saja dengan sugesti diri (seperti mengatakan pada dirinya sendiri jangan terlalu khawatir, dsb), faktor fisik lebih banyak mempengaruhi gangguan ereksi.

Bagi pria gangguan ereksi adalah hal yang paling menakutkan, kebanyakan pria kehilangan semangat hidupnya setelah mengalami gangguan ereksi. Untuk mengetahui penyebab gangguan ereksi oleh faktor psikologis atau fisik, dapat diketahui dengan melihat ereksi pada malam hari, secara normal pria akan mengalami ereksi 3 sampai 5 kali dalam semalam atau setidaknya ereksi selama 30 menit, bila tidak terjadi ereksi maka dipastikan gangguan disebabkan oleh faktor fisik. Sementara gangguan ereksi yang disebabkan oleh faktor psikologis misalnya ejekulasi prematur (orgasme pria terlalu dini). Ejekulasi primatur tidaklah sama dengan impotensi, pada pria yang mengalami ejekulasi primatur penis dapat ereksi secara normal.

Kesuburan pria juga tidak berhubungan dengan impotensi, pada pria mengalami impotensi meskipun tidak mampu ereksi tapi masih dapat menghasilkan sperma subur yang dapat membuahi. Pada pria yang tidak subur, ia mampu ereksi namun tidak mampu membuahi atau mempunyai anak.
 


PENYEBAB

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan ereksi;
Kemampuan ereksi berhubungan erat dengan sistem syaraf, hormon, otak, dan tekanan darah. Gangguan pada bagian tersebut memungkinkan kemunculan gangguan ereksi;
1) Kondisi dan penyakit

- Diabetes Mellitus
- Tekanan darah tinggi
- Luka pada spinal cord
- Kerusakan sistem syaraf (misalnya disebabkan oleh operasi prostat)
- Gangguan neurologis seperti penyakit Parkinson
- Penyakit sirosis hepatis (peradangan difus dan menahun pada hati)
- Gagal ginjal kronik
- Hipertiroidisme
- Hiperesterogenisme

2) Efek medikasi

- Penggunaan obat-obat tekanan darah tinggi dalam jangka panjang (jenis beta-blockers)
- Penggunaan obat tidur dalam jangka panjang
- Penggunaan obat antidepressant dalam jangka panjang
- Penggunaan obat untuk sakit lever seperti digoxin dalam jangka panjang

3) Penggunaan narkoba dan zat adiktif lainnya

- Nikotin pada rokok
- Alkohol
- Kokain

4) Faktor psikologis

- Depresi
- Stres
- Kecemasan
- Poblem amarah
- Ketakutan

5) faktor lain

- Problem komunikasi dengan pasangan
- Harapan seksual yang tidak tercapai atau tidak realistis

- Adanya tekanan-tekanan  "tugas" dalam melakukan hubungan intim seperti lamanya waktu
- Komunikasi yang negatif, mencaci, tidak menghargai

 

Gangguan ereksi dapat terjadi pada setiap pria, ini akan mempengaruhi sepanjang kehidupannya. Faktor fisik menjadi hal yang paling sering terjadi pada pria berusia lanjut sementara faktor psikologis lebih banyak terjadi pria dengan golongan usia muda.


MENCEGAH SECARA DINI

• Tidak merokok
• Tidak meminum minuman beralkohol atau minuman illegal lainnya
• Istirahat yang cukup
• Olahraga teratur
• Makanan yang sehat dan bergizi
• Seks yang sehat dengan pasangan yang sah
• Komunikasi baik dengan pasangannya
 


SARAN LAINNYA


• Jangan membicarakan orang lain ketika berhubungan intim
• Menghargai pasangan dan belajarlah memuji pasangan.
• Rasa cemas akan membuat penis kehilangan ereksi. Ciptakan rasa akrab dengan pasangan sebelum melakukan coitus
• Jangan menggunakan obat kuat atau jamu tanpa rekomendasi atau tidak dianjurkan oleh dokter untuk memakainya
• Jangan membiasakan diri melakukan hubungan seksual sebagai pelampiasan stres
• Konsultasikan dengan dokter jika Anda menggunakan obat-obatan dikarenakan penakit lain dalam jangka panjang, diskusikan dengan dokter efek samping penggunakan obat-obatan dalam dosis tertentu, dan bila Anda bermaksud menggantikan jenis obat atau berhenti memakainya lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai
- Perubahan urin yang menetap
- Sering sakit pada punggung bagian belakang
- Operasi prostat
- Luka pada bagian syaraf tertentu yang berhubungan dengan kemampuan ereksi, misalnya tulang belakang, luka pada penis, dsb
- Ereksi yang tidak diharapkan dalam keadaan sadar
- Ereksi lebih dari 4 jam tanpa ada aktivitas seksual


TREATMENT

Segeralah ke dokter bila Anda merasakan adanya gangguan ereksi, dokter kemungkinan akan melakukan serangkain test untuk diagnosa yang tepat;
- Analisis urin
- Uji darah seperti CBC, metabolisme, PSA dan tingkat hormon
- NPT (nocturnal penile tumescence)
- Rigiscan
- Test syaraf
- Psikometri
- Dsb

Test-test tersebut berguna dalam perlakuan treatmen secara hati-hati dan tepat sasaran. Test tersebut juga bertujuan untuk mengetahui penyebab utama gangguan yang muncul, misalnya saja gangguan ereksi yang disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang maka treatment mengarah pada medikasi endokrin

Banyak teknik untuk menyembuhkan gangguan ereksi, seperti pengunaan obat-obatan, injeksi (seperti alprostadil) atau penggunaan vakum. Pasien haruslah cermat dan berhati-hati akan kemungkinan dampak atau komplikasi yang muncul selama pengobatan, oleh karenanya pasien harus jeli dan berkonsultasi masalah ini secara jelas kepada dokter yang menanganinya.

Jenis obat yang sering digunakan dalam penyembuhan gangguan ereksi seperti sildenafil (Viagra), vardenafil (Levitra), dan tadalafil yang digunakan untuk gangguan sedang. Hal yang perlu diingat bahwa meskipun jenis obat tersebut cukup terkenal, tidak kesemua jenis tersebut dapat menyembuhkan secara total. Terpenting janganlah menggunakan obat-obat tersebut bila pasien tidak mengalami gangguan ereksi atau mengalami impotensi.

Obat diatas juga tidak bisa digunakan bersamaan dengan jenis obat yang lain, beberapa pasien dengan gangguan hati (lever) dapat mengakibatkan kematian bila jenis obat (nitroglycerin) dikonsumsi secara bersamaan dengan obat ereksi.

Saat ini metode operasi implantasi (penile prosthesis) juga dapat menjadi alternatif dalam penyembuhan gangguan ereksi, sesuaikanlah dengan diri Anda dan konsultasikan ke dokter bila beberapa alternatif dapat dilakukan untuk penyembuhan gangguan ereksi ini. [PD]

 

___________________


 

 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184