Advertising

Letakan link website Anda disini yang berhubungan langsung dengan tema atau judul artikel untuk tipe text berlaku untuk selamanya! Kontak kami sekarang juga;

info@pikirdong.org

 
 

free counter
 
 
 
  Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Psikologi

Artikel psikologi umum.

 
     
 

Ketergantungan Komputer dan Internet

Sinopsis


Artikel Psikologi | 08/2009 | Pikirdong | Psikologi

 
 
   
 
 

Artikel berhubungan

 

Ketergantungan Komputer dan Internet
Simtom dan Dampak dari Internet Adiktif


Bagi beberapa orang tidak mungkin melepaskan kebiasaan menggunakan komputer, misalnya menyangkut pekerjaan yang ditekuninya. Designer, penulis buku atau pekerjaan lainnya yang mengharuskan dirinya berada di depan monitor dan menghabiskan 8 jam setiap harinya.

 

Ketergantungan Komputer dan Internet
Tips dan Treatment

 

Masih terjadi perdebatan mengenai jumlah waktu yang ideal untuk menggunakan komputer dan internet sampai sekarang ini. Para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada waktu yang disebut normal atau abnormal dalam penggunaan internet, hal ini sangat tergantung pada setiap individu

 
   
 

Peringatan


Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter. Perbedaan diagnosa dan informasi yang Anda peroleh selama perawatan tanyakanlah pada mereka yang berkompeten dibidangnya. Janganlah ragu apa yang mereka katakan bila berbeda dengan informasi yang kami sampaikan. Tanyakanlah informasi secara jelas pada mereka yang telah terjun secara profesional dibidangnya.

   

Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di dunia maya, komunikasi, belajar, bermain, atau bahkan bekerja. Begitu banyak fasilitas dan informasi yang tersedia membuat beberapa orang ketagihan oleh karenanya. Komputer dan internet menjadi candu layaknya kebutuhan yang harus dipenuhi.

Banyak hal yang dapat dilakukan dengan komputer dan internet, seperti bermain games, surfing, chatting, atau bahkan bermain judi melalui internet. Bagi beberapa orang, mereka dapat duduk di depan komputer berjam-jam lamanya dan tidak merasa jenuh atau bahkan menghabiskan waktu seharian penuh bersama komputer.

Bila perilaku yang telah menjadi kebiasaan ini dapat mempengaruhi psikologis seseorang maka akan menimbulkan pertanyaan; seberapa dampak buruk yang diakibatkan? Seberapa lamakah waktu yang ideal untuk menggunakan komputer? Apakah ada yang disebut dengan kecanduan komputer atau internet?


Kecanduan Komputer dan Internet

Sejak ditemukan pertama sekali dan sampai sejauh ini, komputer mengalami perubahan yang pesat, baik secara hardware maupun software. Perubahan tersebut menjadi daya tarik sendiri yang mempengaruhi jutaan manusia untuk mengenal komputer, ―saat ini internet mewabah setiap kalangan muda dan orangtua.

Dahulu, orang untuk mendapatkan berita haruslah menunggu keesokan harinya melalui surat kabar, sejak internet muncul orang tidak perlu lagi menunggu besok untuk mendapatkan berita terbaru, beberapa website update setiap menitnya.

Melalui internet orang dapat melakukan komunikasi dengan orang lain atau bahkan dengan beberapa komunitas sekaligus, chatting online dengan fasilitas beberapa room yang tersedia memungkin seseorang dapat berkomunikasi secara bersama, atau beberapa website komuniti (social networking) seperti Friendster, MySpace, Facebook, atau Twitter memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mengekspresikan dirinya ke depan publik.

Email, pesan berita pada message board pada halaman pribadi, upload photo pribadi, telah menyita sebagian besar waktu kita di depan internet. Aktivitas ini dianggap sebagai hal yang menyita waktu, menurunkan produktivitas kerja seperti yang diisukan beberapa waktu lalu di Indonesia; perusahaan-perusahaan yang memiliki koneksi internet akan menutup jaringan server ke website-website seperti Facebook.

Istilah kecanduan komputer dan internet (internet and computer addictive) adalah sebuah konsep kajian yang masih baru dan perlu didiskusikan. Konsep perilaku kompulsif ini bukanlah bentuk formal seperti halnya bentuk gangguan (disorder) psikologis lainnya, masih diperlukan penelitian secara lebih mendalam terhadap perilaku ini. Namun demikian, beberapa laporan menunjukkan adanya hubungan erat antara perilaku internet kompulsif dengan perilaku sehari-hari, pekerjaan dan hubungan dengan orang lain.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa beberapa individu yang “candu“ dengan komputer dan internet memiliki perubahan perilaku yang menonjol meskipun pada laporan tersebut tidak disebutkan sebagai bentuk gangguan;

1) Beberapa individu lebih merasa dirinya nyaman bila bertemu dengan teman di dunia maya dibandingkan teman dalam dunia nyata.
2) Beberapa diantaranya tidak mampu untuk melepaskan dirinya dari komputer, bermain games, judi atau ketagihan untuk terus surfing di internet
3) Frekuensi dan lamanya waktu menggunakan komputer dan internet secara berlebihan.



Beberapa Bentuk Kecanduan Internet


1. Ketagihan cybersex
Ketagihan atau kecanduan cybersex termasuk didalamnya melihat atau menonton, melakukan download atau melakukan transaksi via internet untuk mendapatkan pornografi, termasuk di dalamnya juga fantasi seksual dalam chatting

2. Kecanduan dalam menjalin hubungan di dunia maya
Individu yang ketagihan untuk terus chatting dalam menjalin hubungan dengan orang lain secara online. Kecanduan ini secara bertahap akan membuat individu tersebut lebih mementingkan orang yang ia kenal melalui online dibandingkan dalam kehidupan nyata.

3. Net Compulsive
Net kompulsif merupakan kecanduan dalam bermain game online, judi online dan eBay. Beberapa individu yang ketagihan bermain game online, virtual kasino dan eBay kehilangan uang begitu besar, diantara mereka juga kehilangan pekerjaan, gagal dalam menyelesaikan tugasnya dan memburuknya hubungan dengan pasangannya.

4. Kecanduan surfing atau mengumpulkan data-data di internet
Banyaknya informasi yang tersedia di jaringan internet World Wide Web, membuat sebagian individu kecanduan dalam mengumpulkan data-data yang ia peroleh dari internet, ia menyusun atau mengumpulkan data-data tersebut secara teratur. Mereka menghabiskan waktu lama di internet dengan menggunakan search engine untuk mengumpulkan data. Perilaku ini cenderung mengarah pada perilaku Obsessive compulsive

5. Kecanduan komputer
Di tahun 1980an, sejak kemunculan game seperti Solitaire dan Minesweeper dilaporkan banyak individu obsesif dengan program tersebut, diantara mereka mengalami pelbagai permasalahan dalam pekerjaannya, hubungan interpersonal dan membuang-buang waktu secara sia-sia. Saat ini, ada ribuan program dan game yang muncul dan lebih menarik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dinner Dash merupakan salah satu game yang pernah menghebohkan.


Adakah Ketergantungan pada Internet itu?

Penggunaan istilah “kecanduan“ dalam penggunaan komputer dan internet masih dalam kontroversi, bagi beberapa orang penggunaan komputer melebihi jumlah waktu rata-rata dari normalnya tidak memberi mempengaruhi karakter perilaku apa-apa baginya. Pada awal-awalnya, Sara Kiesler. PhD, seorang peneliti dari Universitas Carnegie Mellon yang telah meneliti penggunaan internet secara berlebihan yang pernah dipublikasikan pada september 1988, APA, mengatakan bahwa tidak ada riset sejauh ini yang menunjukkan adanya penyimpangan perilaku seperti perasaan sendiri, hidup menyendiri atau masalah judi yang nyata karena disebabkan oleh penggunaan waktu yang berlebihan di internet

Terminologi Internet Addiction Disorder (IAD) pertama sekali diajukan oleh Dr. Ivan Goldberg sebagai bentuk patologis dari penggunaan internet secara kompulsif.

Kriteria gangguan IAD disebutkan dalam tambahan 1 bersama dengan kriteria subtansi penyimpangan dalam DSM-IV, namun Dr. Ivan Goldberg, sesekali merevisi dan menyebut istilah IAD dengan Pathological Computer Use (PCU) dalam beberapa tulisan di lainnya, disamping itu Goldberg juga mengganti beberapa kriteria yang pernah disebutkannya terdahulu.

Goldberg (1996), menyebutkan PCU merupakan bentuk penyimpangan dimana penggunaan komputer secara berlebihan yang menyebabkan oleh beberapa kondisi seperti distres dan pelbagai efek terhadap fisik, psikologis, hubungan interpersonal, perkawinan, ekonomi dan fungsi sosial.

Seiringnya perkembangan waktu, beberapa permasalahan seperti memburuknya perkawinan atau perceraian, kehilangan pekerjaan, tinggal kelas, makan menjadi tidak teratur, gangguan dalam berkomunikasi (hubungan) interpersonal mulai ditelaah oleh beberapa ahli seperti yang dilakukan oleh Jabs (1996).

Dalam aspek kehidupan sosial dunia maya (cyberspace) individu yang terlibat komunikasi, hubungan timbal balik dan hubungan interpersonal dengan beberapa orang merupakan stimulasi yang begitu menarik, sehingga sulit untuk berhenti, individu akan terikat dan bergantung pada internet (Suler, 1996)

Menariknya, dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa sebagian besar individu yang terlibat dalam komunikasi cyberspace (seperti; mailing list, diskusi group, forum, chat rooms, bulletin boards, dsb) memperoleh pengalaman-pengalaman yang menguntungkan dalam hubungan sosial, akan tetapi tidak berlanjut pada kontak sosial yang nyata.

Minimnya komunikasi verbal, dimana individu mencoba memahami teks-teks kalimat yang muncul membuat kondisi tersebut menjadi sebuah tantangan yang menarik bagi pengguna internet (Huang, 1996). Sebuah hubungan interpersonal didasarkan pada tingkat pemahaman teks-teks (kalimat) menjadi daya tarik sendiri bagi beberapa orang, tidak perlu takut dalam mengungkapkan argumentasi, malu dan merasa bebas dalam mengekspresi dirinya ―dimana pada kenyataan sehari-hari dalam dunia nyata adalah hal yang sulit mengungkapkan perilaku tersebut pada orang asing yang baru kita kenal.

Dalam beberapa hal, beberapa individu juga cenderung untuk menutup dirinya dan bersikap bohong, dimana kata-kata teks yang diungkapkan tidak sesuai dengan perilakunya dalam keseharian, tedensi ini akan terus berlanjut selama komunikasi di internet terus dilakukannya. Teks juga hanya memberikan pemahaman yang tidak memadai dalam memahami sebuah kondisi emosional, kesalahan dalam interpretasi kerab terjadi dibandingkan dengan kondisi nyata (real life). Kondisi-kondisi ini akan menjadi tantangan bagi pengguna internet untuk terus melibatkan dirinya secara online lebih mendalam.

Menghakimi orang lain (dengan cara memberikan komentar negatif pada bulletin boards, forum dsb), membuat atau menciptakan isu-isu sensual dan kontradiktif, melawan hukum atau norma-norma dalam masyarakat untuk menarik perhatian orang lain melihat atau membaca dimana perilaku tersebut dilakukan secara konsisten akan membuat individu semakin terikat secara emosional terhadap internet (King, 1995). Hal-hal diatas merupakan faktor-faktor yang memberikan kontribusi kemunculan kecanduan komputer dan internet (IAD; Internet Addiction Disorder)

Diperkirakan sekitar 10% populasi pengguna internet mengalami kecanduan internet. Meskipun Asosiasi Psikologi Amerika (APA) tidak menggolongkan dalam bentuk penyimpangan (disorder) serius, namun demikian beberapa penelitian menemukan beberapa bentuk penyimpangan perilaku kecanduan internet dan komputer sebagai bentuk gangguan atau masalah dalam mengontrol impuls yang dapat berdampak pada memburuknya perkawinan atau perceraian, kehilangan pekerjaan, tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas, tinggal kelas, makan menjadi tidak teratur, gangguan dalam berkomunikasi (hubungan) interpersonal (Jabs, 96; DeLoughry, 96; Suryaraman, 96)

Menurut David Greenfield. PhD, pendiri Center for Internet Studies, pengaruh komputer dan internet sekarang ini tidaklah sama dengan kondisi masa-masa sebelumnya. Greenfield melakukan survei dalam skala lebih luas pada tahun 1998 pada 18.000 user yang melakukan registrasi di website ABC News, ia menemukan 5,7% pengguna internet itu memiliki kecenderungan kriteria pengguna internet secara kompulsif. Perilaku kompulsif itu berupa; chatting, pornografi, belanja online, dan email.

Banyak penelitian, termasuk penelitian Greenfield sendiri menyebutkan bahwa pria cenderung lebih teradiktif dibandingkan wanita. Penelitian Keith Anderson. PHD, dari Rensselaer Polytechnic Institute menyebutkan bahwa dari 1.300 mahasiswa yang ditelitinya, 103 mahasiswa memiliki ketergantungan dengan internet, 91 diantaranya adalah pria. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Kimberly Young. PhD, salah satu direksi dari Center for On-line Addiction yang didirikan pada tahun 1995, ia menemukan bahwa wanita lebih teradiktif dibandingkan pria.

Dalam Sexual Addiction and Compulsion: The Journal of Treatment and Prevention (2000), penelitian yang dilakukan oleh Alvin Cooper. PhD, terfokus pada perilaku seksual, menemukan bahwa wanita cenderung untuk menghabiskan waktu dalam cybersex, menggoda orang lain, atau melibatkan diri dalam chatting room yang menjurus pada seksualitas, sementara pada pria lebih pada pornografi.

Cooper menambahkan bahwa pria lebih cenderung menyukai stimuli visual pada pengalaman seksual, sementara wanita lebih tertarik penciptaan hubungan dan interaksi personal.
 

 

Faktor Kondisi yang Beresiko

 

Individu yang mengalami kecemasan dan menggunakan komputer dan internet sebagai satu-satunya cara pengalihan kecemasan

Individu yang mengalami depresi. Intrnet mungkin dapat mengurangi tingkat depresi seseorang akan tetapi penggunaan secara berlebihan akan memperburuk depresi yang dialaminya

Bila individu memiliki beberapa ketergantungan adiktif lainnya seperti alkohol, drugs, berjudi dan seks

Anak-anak dan remaja. Bagi anak-anak dan remaja menggunakan komputer dan internet hal yang menyenangkan dan memberikan rasa nyaman

Individu yang kurang memiliki teman dalam kehidupan sosial nyata akan mencari teman-teman sosialnya melalui internet

Individu yang kurang memiliki aktivitas yang rutin akan mencari kesibukan melalui internet.

 

   


Pada penelitian sebelumnya, Professional Psychology: Research and Practice (1998), Cooper menemukan bahwa sekitar 91% pengguna internet dari 9.265 responden menghabiskan waktu sedikitnya 11 jam dalam seminggu untuk pornografi. Dari 82% pengguna internet yang menghabiskan waktu 1 jam setidaknya juga pernah membuka pornografi meskipun tidak sebegitu lama.

 

 

Faktor Resiko

Diagnosa kecanduan komputer dan internet ditentukan bila perilaku penggunaan komputer dan internet dilakukan secara intens selama 6 bulan berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Faktor utama penyebab kemunculan adiktif ini tidak diketahui dengan pasti, namun beberapa ahli menyimpulkan bahwa fasilitas-fasilitas yang interaktif, grafis yang indah, dapat menjadi daya tarik tersendiri. Kemudahan dalam mengakses internet juga dapat menjadi pemicu perilaku adiktif, beberapa kampus menyediakan fasilitas yang mudah bagi mahasiswa untuk mengakses internet secara gratis, biaya atau iuran yang sangat murah, dan tersedianya cafe-cafe internet. Siapa saja yang berpotensi mengalami adiktif?



1. Individu yang aktif mempunyai blog atau website
Mempunyai blog atau website merupakan hal yang menyenangkan bagi pengguna internet, mereka menghabiskan beberapa jam di depan komputer untuk mengisi berita, atau hal-hal yang ingin disampaikan kepada orang lain. Biasanya mereka akan mengecheck komentar, jumlah pengunjung website, shoutbox, pesan, feedback, email dan sebagainya secara rutin.

2. Individu yang melakukan registrasi pada website social networking
Individu yang melakukan registrasi pada website seperti Friendster, Twitter, Myspace, atau Facebook. Biasanya individu akan mengumpulkan teman-teman dalam wadah di halaman yang tersedia, bahkan diantara mereka akan senang bila memiliki banyak teman, atau menambah teman baru, menerima pesan di message board, testimony, email, ataupun komentar terhadap dirinya, mengupload photo, dan sebagainya.

3. Individu yang terikat dengan forum
Individu yang sering mengisi proaktif forum atau terikat dengan forum akan menyukai bila pesan-pesan yang ia isi ditanggapi oleh orang lain, adanya gambar avatar juga menarik pengguna internet untuk terlibat dalam forum-forum

4. Gamer
Individu yang menyukai games atau games online akan membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan episode-episode dalam games tersebut sama halnya individu yang menyukai judi, internet mempunyai banyak pilihan secara virtual tanpa harus mendatangi tempat khusus yang telah ada.

5. Chatter
Melakukan chatting merupakan tantangan bagi pengguna internet, adanya fitur-fitur yang menarik seperti ekspresi wajah, font yang unik dan warna, akan menambah menarik bagi mereka yang melakukan aktivitas chatting. Adanya kamera juga menambah daya tarik tersendiri untuk melakukan aktivitas tersebut.  [PD]

 

Artikel yang berhubungan

     

Ketergantungan Komputer dan Internet
Simtom dan Dampak dari Internet Adiktif


Bagi beberapa orang tidak mungkin melepaskan kebiasaan menggunakan komputer, misalnya menyangkut pekerjaan yang ditekuninya. Designer, penulis buku atau pekerjaan lainnya yang mengharuskan dirinya berada di depan monitor dan menghabiskan 8 jam setiap harinya.

 

Ketergantungan Komputer dan Internet
Tips dan Treatment

 

Masih terjadi perdebatan mengenai jumlah waktu yang ideal untuk menggunakan komputer dan internet sampai sekarang ini. Para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada waktu yang disebut normal atau abnormal dalam penggunaan internet, hal ini sangat tergantung pada setiap individu

     
 

 

___________________

 

 

Comment Script

Comments

Koq gue bangeettsss yaa? kwkwkwkwkwk
#1 - Doni - 08/31/2009 - 11:31
Informatif! org yg membaca tulisan ini bisa mengevaluasi dirinya sendiri sebelum mengkritik org lain yg gemar 'nongkrong' di dunia maya.
#2 - el - 10/22/2009 - 22:13
Name
E-mail (Will not appear online)
Homepage
Title
Comment
;-) :-) :-D :-( :-o >-( B-) :oops: :-[] :-P
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.

 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184