| |
 |
| |
|
| |
 |
| |
Artikel berhubungan |
| |
Ketergantungan Komputer dan
Internet
Simtom dan Dampak dari Internet Adiktif
Bagi
beberapa orang tidak mungkin melepaskan kebiasaan menggunakan komputer,
misalnya menyangkut pekerjaan yang ditekuninya. Designer, penulis buku
atau pekerjaan lainnya yang mengharuskan dirinya berada di depan monitor
dan menghabiskan 8 jam setiap harinya.
Ketergantungan Komputer dan
Internet
Tips dan Treatment
Masih terjadi perdebatan mengenai jumlah waktu
yang ideal untuk menggunakan komputer dan internet sampai sekarang ini.
Para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada waktu yang disebut normal atau
abnormal dalam penggunaan internet, hal ini sangat tergantung pada
setiap individu
|
| |
 |
| |
|
| |
|
| |
|
Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk
melakukan beberapa aktivitas di dunia maya, komunikasi, belajar, bermain, atau
bahkan bekerja. Begitu banyak fasilitas dan informasi yang tersedia membuat
beberapa orang ketagihan oleh karenanya. Komputer dan internet menjadi candu
layaknya kebutuhan yang harus dipenuhi.
Banyak hal yang dapat dilakukan dengan komputer dan internet, seperti bermain
games, surfing, chatting, atau bahkan bermain judi melalui internet. Bagi
beberapa orang, mereka dapat duduk di depan komputer berjam-jam lamanya dan
tidak merasa jenuh atau bahkan menghabiskan waktu seharian penuh bersama
komputer.
Bila perilaku yang telah menjadi kebiasaan ini dapat mempengaruhi psikologis
seseorang maka akan menimbulkan pertanyaan; seberapa dampak buruk yang
diakibatkan? Seberapa lamakah waktu yang ideal untuk menggunakan komputer?
Apakah ada yang disebut dengan kecanduan komputer atau internet?
Kecanduan Komputer dan Internet
Sejak ditemukan pertama sekali dan sampai sejauh ini, komputer mengalami
perubahan yang pesat, baik secara hardware maupun software.
Perubahan tersebut menjadi daya tarik sendiri yang mempengaruhi jutaan manusia
untuk mengenal komputer, ―saat ini internet mewabah setiap kalangan muda dan
orangtua.
Dahulu, orang untuk mendapatkan berita haruslah menunggu keesokan harinya
melalui surat kabar, sejak internet muncul orang tidak perlu lagi menunggu besok
untuk mendapatkan berita terbaru, beberapa website update setiap menitnya.
Melalui internet orang dapat melakukan komunikasi dengan orang lain atau bahkan
dengan beberapa komunitas sekaligus, chatting online dengan fasilitas
beberapa room yang tersedia memungkin seseorang dapat berkomunikasi secara
bersama, atau beberapa website komuniti (social networking) seperti Friendster,
MySpace, Facebook, atau Twitter memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk
mengekspresikan dirinya ke depan publik.
Email, pesan berita pada message board pada halaman pribadi, upload
photo pribadi, telah menyita sebagian besar waktu kita di depan internet.
Aktivitas ini dianggap sebagai hal yang menyita waktu, menurunkan produktivitas
kerja seperti yang diisukan beberapa waktu lalu di Indonesia;
perusahaan-perusahaan yang memiliki koneksi internet akan menutup jaringan
server ke website-website seperti Facebook.
Istilah kecanduan komputer dan internet (internet and computer addictive) adalah
sebuah konsep kajian yang masih baru dan perlu didiskusikan. Konsep perilaku
kompulsif ini bukanlah bentuk formal seperti halnya bentuk gangguan (disorder)
psikologis lainnya, masih diperlukan penelitian secara lebih mendalam terhadap
perilaku ini. Namun demikian, beberapa laporan menunjukkan adanya hubungan erat
antara perilaku internet kompulsif dengan perilaku sehari-hari, pekerjaan dan
hubungan dengan orang lain.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa beberapa individu yang “candu“ dengan
komputer dan internet memiliki perubahan perilaku yang menonjol meskipun pada
laporan tersebut tidak disebutkan sebagai bentuk gangguan;
1) Beberapa individu lebih merasa dirinya nyaman bila bertemu dengan teman di
dunia maya dibandingkan teman dalam dunia nyata.
2) Beberapa diantaranya tidak mampu untuk melepaskan dirinya dari komputer, bermain
games, judi atau ketagihan untuk terus surfing di internet
3) Frekuensi dan lamanya waktu menggunakan komputer dan internet secara
berlebihan.
Beberapa Bentuk Kecanduan Internet
1. Ketagihan cybersex
Ketagihan atau kecanduan cybersex termasuk didalamnya melihat atau menonton,
melakukan download atau melakukan transaksi via internet untuk mendapatkan
pornografi, termasuk di dalamnya juga fantasi seksual dalam chatting
2. Kecanduan dalam menjalin hubungan di dunia maya
Individu yang ketagihan untuk terus chatting dalam menjalin hubungan dengan
orang lain secara online. Kecanduan ini secara bertahap akan membuat individu
tersebut lebih mementingkan orang yang ia kenal melalui online dibandingkan
dalam kehidupan nyata.
3. Net Compulsive
Net kompulsif merupakan kecanduan dalam bermain game online, judi online dan
eBay. Beberapa individu yang ketagihan bermain game online, virtual
kasino dan eBay kehilangan uang begitu besar, diantara mereka juga kehilangan
pekerjaan, gagal dalam menyelesaikan tugasnya dan memburuknya hubungan dengan
pasangannya.
4. Kecanduan surfing atau mengumpulkan data-data di internet
Banyaknya informasi yang tersedia di jaringan internet World Wide Web,
membuat sebagian individu kecanduan dalam mengumpulkan data-data yang ia peroleh
dari internet, ia menyusun atau mengumpulkan data-data tersebut secara teratur.
Mereka menghabiskan waktu lama di internet dengan menggunakan search engine
untuk mengumpulkan data. Perilaku ini cenderung mengarah pada perilaku
Obsessive
compulsive
5. Kecanduan komputer
Di tahun 1980an, sejak kemunculan game seperti Solitaire dan
Minesweeper dilaporkan banyak individu obsesif dengan program tersebut,
diantara mereka mengalami pelbagai permasalahan dalam pekerjaannya, hubungan
interpersonal dan membuang-buang waktu secara sia-sia. Saat ini, ada ribuan
program dan game yang muncul dan lebih menarik dibandingkan tahun-tahun
sebelumnya. Dinner Dash merupakan salah satu game yang pernah
menghebohkan.
Adakah Ketergantungan pada Internet itu?
Penggunaan istilah “kecanduan“ dalam penggunaan komputer dan internet masih
dalam kontroversi, bagi beberapa orang penggunaan komputer melebihi jumlah waktu
rata-rata dari normalnya tidak memberi mempengaruhi karakter perilaku apa-apa
baginya. Pada awal-awalnya, Sara Kiesler. PhD, seorang peneliti dari Universitas
Carnegie Mellon yang telah meneliti penggunaan internet secara berlebihan yang
pernah dipublikasikan pada september 1988, APA, mengatakan bahwa tidak ada riset
sejauh ini yang menunjukkan adanya penyimpangan perilaku seperti perasaan
sendiri, hidup menyendiri atau masalah judi yang nyata karena disebabkan oleh
penggunaan waktu yang berlebihan di internet
Terminologi Internet Addiction Disorder (IAD) pertama sekali diajukan
oleh Dr. Ivan Goldberg sebagai bentuk patologis dari penggunaan internet secara
kompulsif.
Kriteria gangguan IAD disebutkan dalam tambahan 1 bersama dengan kriteria
subtansi penyimpangan dalam DSM-IV, namun Dr. Ivan Goldberg, sesekali merevisi
dan menyebut istilah IAD dengan Pathological Computer Use (PCU) dalam
beberapa tulisan di lainnya, disamping itu Goldberg juga mengganti beberapa
kriteria yang pernah disebutkannya terdahulu.
Goldberg (1996), menyebutkan PCU merupakan bentuk penyimpangan dimana penggunaan
komputer secara berlebihan yang menyebabkan oleh beberapa kondisi seperti
distres dan pelbagai efek terhadap fisik, psikologis, hubungan interpersonal,
perkawinan, ekonomi dan fungsi sosial.
Seiringnya perkembangan waktu, beberapa permasalahan seperti memburuknya
perkawinan atau perceraian, kehilangan pekerjaan, tinggal kelas, makan menjadi
tidak teratur, gangguan dalam berkomunikasi (hubungan) interpersonal mulai
ditelaah oleh beberapa ahli seperti yang dilakukan oleh Jabs (1996).
Dalam aspek kehidupan sosial dunia maya (cyberspace) individu yang terlibat
komunikasi, hubungan timbal balik dan hubungan interpersonal dengan beberapa
orang merupakan stimulasi yang begitu menarik, sehingga sulit untuk berhenti,
individu akan terikat dan bergantung pada internet (Suler, 1996)
Menariknya, dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa sebagian besar individu
yang terlibat dalam komunikasi cyberspace (seperti; mailing list, diskusi group,
forum, chat rooms, bulletin boards, dsb) memperoleh pengalaman-pengalaman yang
menguntungkan dalam hubungan sosial, akan tetapi tidak berlanjut pada kontak
sosial yang nyata.
Minimnya komunikasi verbal, dimana individu mencoba memahami teks-teks kalimat
yang muncul membuat kondisi tersebut menjadi sebuah tantangan yang menarik bagi
pengguna internet (Huang, 1996). Sebuah hubungan interpersonal didasarkan pada
tingkat pemahaman teks-teks (kalimat) menjadi daya tarik sendiri bagi beberapa
orang, tidak perlu takut dalam mengungkapkan argumentasi, malu dan merasa bebas
dalam mengekspresi dirinya ―dimana pada kenyataan sehari-hari dalam dunia nyata
adalah hal yang sulit mengungkapkan perilaku tersebut pada orang asing yang baru
kita kenal.
Dalam beberapa hal, beberapa individu juga cenderung untuk menutup dirinya dan
bersikap bohong, dimana kata-kata teks yang diungkapkan tidak sesuai dengan
perilakunya dalam keseharian, tedensi ini akan terus berlanjut selama komunikasi
di internet terus dilakukannya. Teks juga hanya memberikan pemahaman yang tidak
memadai dalam memahami sebuah kondisi emosional, kesalahan dalam interpretasi
kerab terjadi dibandingkan dengan kondisi nyata (real life). Kondisi-kondisi ini
akan menjadi tantangan bagi pengguna internet untuk terus melibatkan dirinya
secara online lebih mendalam.
Menghakimi orang lain (dengan cara memberikan komentar negatif pada bulletin
boards, forum dsb), membuat atau menciptakan isu-isu sensual dan
kontradiktif, melawan hukum atau norma-norma dalam masyarakat untuk menarik
perhatian orang lain melihat atau membaca dimana perilaku tersebut dilakukan
secara konsisten akan membuat individu semakin terikat secara emosional terhadap
internet (King, 1995). Hal-hal diatas merupakan faktor-faktor yang memberikan
kontribusi kemunculan kecanduan komputer dan internet (IAD; Internet Addiction
Disorder)
Diperkirakan sekitar 10% populasi pengguna internet mengalami kecanduan
internet. Meskipun Asosiasi Psikologi Amerika (APA) tidak menggolongkan dalam
bentuk penyimpangan (disorder) serius, namun demikian beberapa penelitian
menemukan beberapa bentuk penyimpangan perilaku kecanduan internet dan komputer
sebagai bentuk gangguan atau masalah dalam mengontrol impuls yang dapat
berdampak pada memburuknya perkawinan atau perceraian, kehilangan pekerjaan,
tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas, tinggal kelas, makan menjadi tidak teratur, gangguan dalam berkomunikasi (hubungan)
interpersonal (Jabs, 96; DeLoughry, 96; Suryaraman, 96)
Menurut David Greenfield. PhD, pendiri Center for Internet Studies,
pengaruh komputer dan internet sekarang ini tidaklah sama dengan kondisi
masa-masa sebelumnya. Greenfield melakukan survei dalam skala lebih luas pada
tahun 1998 pada 18.000 user yang melakukan registrasi di website ABC News, ia
menemukan 5,7% pengguna internet itu memiliki kecenderungan kriteria pengguna
internet secara kompulsif. Perilaku kompulsif itu berupa; chatting, pornografi,
belanja online, dan email.
Banyak penelitian, termasuk penelitian Greenfield sendiri menyebutkan bahwa pria
cenderung lebih teradiktif dibandingkan wanita. Penelitian Keith Anderson. PHD,
dari Rensselaer Polytechnic Institute menyebutkan bahwa dari 1.300
mahasiswa yang ditelitinya, 103 mahasiswa memiliki ketergantungan dengan
internet, 91 diantaranya adalah pria. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan
oleh Kimberly Young. PhD, salah satu direksi dari Center for On-line
Addiction yang didirikan pada tahun 1995, ia menemukan bahwa wanita lebih
teradiktif dibandingkan pria.
Dalam Sexual Addiction and Compulsion: The Journal of Treatment and
Prevention (2000), penelitian yang dilakukan oleh Alvin Cooper. PhD,
terfokus pada perilaku seksual, menemukan bahwa wanita cenderung untuk
menghabiskan waktu dalam cybersex, menggoda orang lain, atau melibatkan diri
dalam chatting room yang menjurus pada seksualitas, sementara pada pria lebih
pada pornografi.
Cooper menambahkan bahwa pria lebih cenderung menyukai stimuli visual pada
pengalaman seksual, sementara wanita lebih tertarik penciptaan hubungan dan
interaksi personal.
| |
Faktor Kondisi yang Beresiko |
| |
Individu yang mengalami kecemasan dan
menggunakan komputer dan internet sebagai satu-satunya cara pengalihan
kecemasan
Individu yang mengalami depresi. Intrnet mungkin dapat mengurangi tingkat
depresi seseorang akan tetapi penggunaan secara berlebihan akan
memperburuk depresi yang dialaminya
Bila
individu memiliki beberapa ketergantungan adiktif lainnya seperti
alkohol, drugs, berjudi dan
seks
Anak-anak dan remaja. Bagi anak-anak dan remaja menggunakan komputer dan
internet hal yang menyenangkan dan memberikan rasa nyaman
Individu yang kurang memiliki teman dalam kehidupan sosial nyata akan
mencari teman-teman sosialnya melalui internet
Individu yang kurang memiliki aktivitas yang rutin akan mencari kesibukan
melalui internet.
|
| |
|
Pada penelitian sebelumnya, Professional Psychology: Research and Practice
(1998), Cooper menemukan bahwa sekitar 91% pengguna internet dari 9.265
responden menghabiskan waktu sedikitnya 11 jam dalam seminggu untuk pornografi.
Dari 82% pengguna internet yang menghabiskan waktu 1 jam setidaknya juga pernah
membuka pornografi meskipun tidak sebegitu lama.
Faktor Resiko
Diagnosa kecanduan komputer dan internet ditentukan bila perilaku penggunaan
komputer dan internet dilakukan secara intens selama 6 bulan berdasarkan
kriteria-kriteria yang ada. Faktor utama penyebab kemunculan adiktif ini tidak
diketahui dengan pasti, namun beberapa ahli menyimpulkan bahwa
fasilitas-fasilitas yang interaktif, grafis yang indah, dapat menjadi daya tarik
tersendiri. Kemudahan dalam mengakses internet juga dapat menjadi pemicu
perilaku adiktif, beberapa kampus menyediakan fasilitas yang mudah bagi
mahasiswa untuk mengakses internet secara gratis, biaya atau iuran yang sangat
murah, dan tersedianya cafe-cafe internet. Siapa saja yang berpotensi mengalami
adiktif?
1. Individu yang aktif mempunyai blog atau website
Mempunyai blog atau website merupakan hal yang menyenangkan bagi pengguna
internet, mereka menghabiskan beberapa jam di depan komputer untuk mengisi
berita, atau hal-hal yang ingin disampaikan kepada orang lain. Biasanya mereka
akan mengecheck komentar, jumlah pengunjung website, shoutbox, pesan, feedback,
email dan sebagainya secara rutin.
2. Individu yang melakukan registrasi pada website social networking
Individu yang melakukan registrasi pada website seperti Friendster, Twitter,
Myspace, atau Facebook. Biasanya individu akan mengumpulkan teman-teman dalam
wadah di halaman yang tersedia, bahkan diantara mereka akan senang bila memiliki
banyak teman, atau menambah teman baru, menerima pesan di message board,
testimony, email, ataupun komentar terhadap dirinya, mengupload photo, dan
sebagainya.
3. Individu yang terikat dengan forum
Individu yang sering mengisi proaktif forum atau terikat dengan forum akan
menyukai bila pesan-pesan yang ia isi ditanggapi oleh orang lain, adanya gambar
avatar juga menarik pengguna internet untuk terlibat dalam forum-forum
4. Gamer
Individu yang menyukai games atau games online akan membutuhkan banyak waktu
untuk menyelesaikan episode-episode dalam games tersebut sama halnya individu
yang menyukai judi, internet mempunyai banyak pilihan secara virtual tanpa harus
mendatangi tempat khusus yang telah ada.
5. Chatter
Melakukan chatting merupakan tantangan bagi pengguna internet, adanya
fitur-fitur yang menarik seperti ekspresi wajah, font yang unik dan warna, akan
menambah menarik bagi mereka yang melakukan aktivitas chatting. Adanya kamera
juga menambah daya tarik tersendiri untuk melakukan aktivitas tersebut. [PD]
|
Artikel
yang berhubungan |
|
| |
|
|
|
Ketergantungan Komputer dan
Internet
Simtom dan Dampak dari Internet Adiktif
Bagi
beberapa orang tidak mungkin melepaskan kebiasaan menggunakan komputer,
misalnya menyangkut pekerjaan yang ditekuninya. Designer, penulis buku
atau pekerjaan lainnya yang mengharuskan dirinya berada di depan monitor
dan menghabiskan 8 jam setiap harinya.
|
|
Ketergantungan Komputer dan
Internet
Tips dan Treatment
Masih terjadi perdebatan mengenai jumlah waktu yang
ideal untuk menggunakan komputer dan internet sampai sekarang ini. Para
ahli menyimpulkan bahwa tidak ada waktu yang disebut normal atau abnormal
dalam penggunaan internet, hal ini sangat tergantung pada setiap individu |
| |
|
|
|
|
| |
___________________
Comment Script
Comments
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.
|