Advertising

Letakan link website Anda disini yang berhubungan langsung dengan tema atau judul artikel untuk tipe text berlaku untuk selamanya! Kontak kami sekarang juga;

info@pikirdong.org

 
 

free counter
 
 
 
  Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Psikologi

Artikel psikologi umum.

 
     
 

Dispareunia

Gangguan Fungsi Seksual


Artikel Psikologi | 04/2010 | Pikirdong | Psikologi

 
 
   
 

Dispareunia pada Pria

Pada pria, dispareunia hampir pasti disebabkan oleh penyakit atau gangguan fisik berupa peradangan atau infeksi pada penis, buah pelir, saluran kencing, atau kelenjar prostat dan kelenjar kelamin lainnya. Infeksi kelamin juga menimbulkan gejala lain seperti luka, bengkak, kencing sakit dan bernanah, atau sperma berdarah.

Rasa sakit dapat juga disebabkan karena tergesernya bagian benang IUD (seperti spiral) atau disebabkan oleh penggunaan kondom.

   

Introduksi

 

Dispareunia (dyspareunia) merupakan suatu kondisi dimana individu merasa kesakitan saat melakukan hubungan seksual baik yang disebabkan oleh kondisi medis ataupun permasalahan psikososial. Gangguan ini dapat terjadi pada perempuan atau pria. Gangguan dispareunia pada pria pada umumnya disebabkan oleh kondisi medis.

Para ahli menggolongkan dispareunia sebagai gangguan fungsi seksual, gangguan ini hanya muncul saat berhubungan seksual (intercourse) atau berhubungan dengan aktivitas seksual semata, kondisi ini tidak berlaku pada pasangan yang pertama sekali melakukan aktivitas seksual.

Diperkirakan ada sekitar 15% wanita mengalami gangguan yang berhubungan dalam intercourse, namun hanya 1-2% saja yang didiagnosa mengalami gangguan dispareunia. Kebanyakan dari kasus yang ada, sebagian besar disebabkan oleh pengalaman trauma akibat pemerkosaan dan kekerasan seksual. Dispareunia sangat jarang terjadi akibat permasalahan medis.

Dispareunia pada perempuan kadang juga sering disebut dengan istilah vaginismus, karena memiliki gejala dan kondisi yang serupa; biasanya rasa sakit ini muncul sebelum hingga pada saat aktivitas sedang berlangsung, namun vaginismus disertai dengan penegangan otot-otot vagina hingga menyebabkan rasa sakit. Rasa sakit yang luar biasa membuat hubungan seksual menjadi terganggu dan pada umumnya wanita sulit menikmati aktivitas tersebut dan membuat individu menjadi tertekan karenanya.

Individu dengan pengalaman yang menyakitkan selama proses intercourse dapat menimbulkan trauma, rasa takut akan menjadi pengalaman yang tidak mengenakan selama proses aktivitas seksual yang dapat mempengaruhi hubungan dengan pasangannya.
 


Faktor Penyebab

 

1. Pengalaman trauma seksual.
Pengalaman percobaan perkosaan, pemerkosaan atau kekerasan seksual pada masa kecil menjadi salah satu sebab utama munculnya dispareunia. Ketika dewasa, wanita dengan pengalaman trauma ini akan mengingat kembali masa-masa trauma sehingga ia akan merasa tidak nyaman dan tidak menikmati hubungan seksual, beberapa diantara korban kekerasan seksual dilaporkan mengalami gangguan vaginismus. Wanita dengan latar Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) memiliki resiko gangguan ini.

2. Rasa bersalah, kecemasan yang tinggi dan persepsi tentang seks yang salah.
Beberapa kondisi diatas dapat memicu tekanan otot-otot sekitar vagina menguat. Rasa bersalah, kecemasan yang tinggi dan persepsi tentang seks yang salah merupakan salah satu penyebab kemunculan dispareunia. Individu yang dibesarkan dari keluarga yang kaku yang beranggapan bahwa seks itu adalah tabu, menjijikan atau buruk mempunyai resiko yang lebih besar terkena gangguan ini. Perempuan yang takut hamil juga mempunyai resiko mengidap gangguan ini.

3. Trauma yang berhubungan dengan daerah kelamin
Gangguan dispareunia muncul pada wanita yang mengalami kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh tindakan operasi pembedahan pada bagian (alat) kelamin. Misalnya penyakit kanker yang mengharuskan bagian-bagian tertentu dari vagina harus diangkat. Beberapa wanita tersebut mengalami pemerosotan rasa percaya diri yang tajam, mudah sensitif, merasa seperti bukan layaknya wanita sepenuhnya. Hubungan intim pun menjadi sangat sensitif baginya.

4. Depresi dan kecemasan secara umum.
Depresi dan kecemasan menyeluruh dapat memicu munculnya dispareunia. Individu dengan tingkat depresi dan kecemasan yang tinggi akan membuat individu tersebut menjadi tidak tertarik dengan aktivitas seksual.

5. Permasalahan dengan pasangan
Dispareunia muncul pada kebanyakan wanita yang mengalami permasalahan dalam relationship dengan pasangannya. Kekerasan fisik dan seksual, akan mempengaruhi hubungan secara emosional dengan pasangan. Hal ini pada akhirnya berpengaruh pada keengganan atau ketidaktertarikan pada hubungan seksual dengan pasangan. Ketakutan wanita akan pria tidak tertarik lagi dengan dirinya juga dapat penyebab kemunculan gangguan ini. Sama halnya pada pria, permasalahan ini dapat menimbulkan ketidaktertarikan pada hubungan seksual yang berakibat pada munculnya gangguan ereksi dan sangat jarang terjadi dispareunia.

6. Beberapa kondisi lain.
Rangsangan yang kurang akan membuat suasana vagina menjadi kering, kondisi kurangnya cairan vagina juga dapat disebabkan oleh obat-obatan salah satunya adalah golongan Antihistamine. Beberapa penyakit seperti penyakit kencing manis, radang vagina, infeksi bakteri saluran vagina (Pelvic Inflammatory Disease, PID) dan kekurangan hormon estrogen juga dapat menjadi penyebab munculnya rasa sakit.


Simtom


1) Rasa sakit pada area genital secara menetap dan muncul ketika akan memulai aktivitas, selama dan hingga pada akhir aktivitas seksual
2) Menimbulkan frustrasi dan stress akibat rasa sakit yang ditimbulkan
3) Rasa sakit bukan disebabkan langsung oleh vaginismus atau kekurangan cairan lubrikasi, atau disebabkan langsung dari gangguan lain, dan juga bukan disebabkan langsung dari efek obat-obatan, medis atau kondisi umum medis. Dispareunia dapat muncul bersamaan atau memunculkan gangguan seksual lainnya.

Simtom utama dispareunia adalah kemunculan rasa sakit terutama pada proses panetrasi, kesulitan penis memasuki vagina yang dapat menimbulkan rasa perih seperti terbakar atau luka akibat gesekan. Disamping itu vagina terasa kering seperti kekurangan lubrikasi dapat menyebabkan rasa sakit berkelanjutan selama proses intercourse berlangsung. Pada umumnya dispeurania menyebabkan wanita kesulitan dalam mencapai orgasme dan kondisi ini menimbulkan frustrasi.

Rasa sakit pada area panggul yang muncul setelah beberapa jam intercourse atau rasa sakit yang disertai orgasme dibagian dalam vagina merupakan adanya tanda-tanda gejala medis, namun demikian rasa sakit tersebut dapat muncul bila kurangnya rangsangan.


 

Treatment

 

Konseling sering dilakukan dalam mengidentifikasi perasaan-perasaan negatif terhadap seks, konseling bersama pasangan yang sah perlu dilakukan untuk meningkatkan komunikasi bersama dan membahas permasalahan seks yang muncul. Konselor secara bersama akan memberikan tips-tips yang dapat dilakukan oleh kedua belah pasangan dan dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat kemajuan yang diperoleh.

Wanita yang mengalami kekerasan seksual atau pemerkosaan akan disusun langkah-langkah tertentu dalam menghadapi rasa takut yang disebabkan oleh pengalaman trauma di masa lalu.

Terapi seks dilakukan untuk memberikan informasi mengenai teknik-teknik perangsangan yang tepat dan pencapaian orgasme bagi keduabelah pihak. Terapi seksual juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual seperti teknik foreplay, mengontrol secara tepat kapan panetrasi dilakukan akan membantu wanita dalam menciptakan suasana nyaman dan rileks dalam melakukan aktivitas seksual.

Pada wanita yang mengalami vaginismus akan diberikan beberapa alat khusus yang dapat digunakan untuk memberikan kelonggaran otot-otot vagina. Alat tersebut akan mengurangi itensitas ketegangan pada otot-otot sekitar panggul atau area tertentu sebagai pemicu vaginismus.  

 

Secara medis, dispareunia perlu juga dilakukan pengecekan panggul, beberapa check up perlu dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi pada rongga panggul. [PD]

 

___________________

 

Acuan yang perlu ditinjau:

Hales Robert E., Stuart C. Yudofsky, and John A. Talbott, eds. The American Psychiatric Press Textbook of Psychiatry. 3rd ed. Washington DC: American Psychiatric Press, 1999.


 

Peringatan

 

Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter. Perbedaan diagnosa dan informasi yang Anda peroleh selama perawatan tanyakanlah pada mereka yang berkompeten dibidangnya. Janganlah ragu apa yang mereka katakan bila berbeda dengan informasi yang kami sampaikan. Tanyakanlah informasi secara jelas pada mereka yang telah terjun secara profesional dibidangnya

 

 

 

Comment Script

Comments

Name
E-mail (Will not appear online)
Homepage
Title
Comment
;-) :-) :-D :-( :-o >-( B-) :oops: :-[] :-P
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.

 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184