|
Aduh…!
Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu
dateng hampirin aku!”, bisa juga “Kayanya masalah ku ga’ selesai-selesai dech,
satu masalah belum beres, eeh dateng lagi yang baru”, “Aku udah muak dan bosen
dengan semua masalah ini” dan keluhan-keluhan lainnya saat kita dihadapkan oleh
sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan
Bukanlah hidup namanya, kalau tidak ber-masalah. Bukanlah orang dibilang sukses,
kalau tidak sanggup menghadapi berbagai rintangan. Bukanlah disebut menang,
kalau tidak dibuktikan dengan pertarungan. Bukanlah disebut lulus, kalau tidak
mengikuti ujian. Bukanlah dibilang berhasil kalau tidak berusaha.
Sebagai manusia sering sekali kita hanya bisa mengeluh dan mengeluh atas apa
yang menimpa kita yang tidak sesuai dengan harapan. Namun tidak jarang juga kita
terhanyut dengan kegembiraan yang melenakan saat semua sesuai dengan yang kita
harapkan. Kita sering lupa bahwa kehidupan itu ibarat putaran roda yang semua
yang kita rasa tidaklah selamanya. Kadang kita diatas, kadang kita dibawah. Hari
ini kita sedih, besok kita bahagia. Terus menerus silih berganti hingga akhirnya
kita akan mati.
Allah berfirman:
“Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: ‘Kamu telah
beriman’, sedangkan mereka dibiarkan tidak dicobai lagi? (tidak bermasalah). Dan
sesungguhnya kami (Allah) telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar-benar (beriman) dan Allah
juga mengetahui siapa orang-orang yang berdusta.” (QS. Al Ankabut: 2-3)
Pada dasarnya ujian Allah ada dua macam:
1) Cobaan yang tidak mengenakan / tidak sesuai dengan harapan
2) Cobaan yang menyenangkan / sesuai dengan apa yang diharapkan.
Sadar atau tidak terkadang dalam benak kita tersirat untuk lari dari apa yang
sedang kita hadapi. Namun itu bukanlah solusi. Karena permasalahan bukanlah
untuk kita hindari akan tetapi untuk kita selesaikan dengan mencari jalan
keluarnya.
Dalam psikologi, seseorang akan selalu menemukan permasalahan ketika ia akan
mengalami perkembangan dalam dirinya. Permasalahan yang kita temui dapat melatih
serta membantu kita untuk melangkah ketugas perkembangan berikutnya.
Permasalahan dapat membuat kita semakin dewasa apabila kita berusaha untuk
mencari jalan keluar yang terbaik dengan berbagai resiko yang akan dihadapi.
Sehingga kita sudah siap saat kita menemukan permasalahan yang sama atau mungkin
lebih besar di kemudian hari. Namun apabila kita berusaha untuk lari tanpa
berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka kita tidak akan dapat
melanjutkan tugas-tugas perkembangan kita ke tahap yang selanjutnya dengan baik.
Kita terus lari dan berlari saat permasalahan itu datang kembali, hingga tanpa
kita sadari bahwa kita telah terjebak dan bahkan tertinggal dengan yang lainnya.
Ujian atau masalah yang kita temui bukanlah tanda Allah membenci kita, akan
tetapi justru kebalikkannya. Apabila Allah menyukai suatu kaum, maka akan diuji
dengan kesenangan atapun dengan kesedihan. Allah ingin menjadikan kita kuat
dalam menghadapi kehidupan. Bukan hamba yang lemah yang hanya bisa mengeluh,
berpangku tangan atau bahkan lari dari kehidupan. Kuat bukan berarti yang
berotot, bertenaga atau yang lainnya. Kuat disini adalah ketika kita dihadapkan
dengan kebahagiaan kita tidaklah terlena, namum bersyukur dengan apa yang
diberikan Allah. Dan apabila diberikan kesedihan maka ia akan bersabar dan hanya
mengharap pertolongan-Nya.
Kita akan tahu persis harga sebuah kenikmatan, manakala kita sedang mendapatkan
masalah atau cobaan. Dan cobaan itu adalah rahmat untuk sadar dan kembali kepada
Allah. Permasalahan itu sendiri hakikatnya adalah bumbu kehidupan yang
memperlezat kenikmatan. Bagi orang yang beriman, semua permasalahan bagus
baginya. Dengan ada masalah itu, maka hidup akan menjadi lebih dinamis, tidak
beku dan mati. Dengan bermasalah, dunia ini akan terasa indah, selama dihadapi
dengan T.O.P.P (Tegar, Optimis, Prima, Percata diri) dan didasari dengan
keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kalau gitu, gimana sich seharusnya cara kita untuk menyingkapinya?
Yang harus kita yakini dan kita tanamkan dalam diri kita adalah:
Cobaan/masalah yang kita terima bukanlah siksaan, tetapi sebuah ujian untuk
meningkatkan keimanan.
Rosulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya cobaan/bala bencana yang menimpa orang yang beriman itu bukanlah
untuk menyiksa (menghancurkan), tetapi ia datang untuk mengujinya”.
Jangan berputua asa, semua persoalan pasti ada jawabannya, dan semua kesulitan
pasti ada jalan keluarnya. Allah telah berfirman:
“Sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. Al-Insyirah:6)
Dan…
“Allah tidak akan membebankan suatu kaum, melebihi batas kemampuannya”. (Albaqarah:
)
Oleh karena itu, setiap permasalahan yang kita temui sebetulnya kita dapat
selesaikan. Akan tetapi sebagai manusia kita lebih sering mengeluh dan berputus
asa. Sedangkan Allah maha mengetahui hamba-Nya.
Semua yang menimpa orang yang beriman itu pasti bagus dan berpahala.
Rosulullah saw bersabda:
“Menakjubkan jiwa orang yang beriman, sungguh semua urusan selalu baik baginya,
jika mendapat kebaikan ia bersyukur dan jika tertimpa cobaan ia bersabar (diampuni
dosa dan pahala dialirkan)”.
Jangan berburuk sangka kepada Allah SWT. Dalam hadits Qudsi Allah berfirman:
“Aku (Allah) tergantung bagaimana hambaku menyangka” Maksudnya kalau kita yakin
Allah itu Maha pemurah, maka kita akan diberikan kemurahan-Nya. Kalau kita
menyangka Allah membuat kejelekan kepada kita, maka kejelekan pasti akan menimpa
kita.
Setiap Masalah, Ada Jalan Keluarnya.
Dalam Setiap Cerita, Pasti Ada Hikmahnya [LH]
___________________
|