Selamat Datang di website www.pikirdong.org | Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif | Ayo menulis untuk kebaikan | Mari kita bangun bangsa ini dengan cara hidup dan mental yang sehat  
 

Remaja

Artikel psikologi tentang remaja.

 
     
 

Yuk Baca Yuk!


Artikel Remaja | 04/2010 | Pikirdong | Remaja

 


Banyak diantara kita belajar dalam menghadapi ujian atau test dengan persiapan belajar yang minim, bahkan banyak diantara kita hanya belajar dalam semalam atau beberapa jam saja untu menghadapi ujian keesokan harinya. Cara ini sering disebut dikalangan siswa sebagai cara belajar SKS, sistem kebut semalam.

 

 

 


 

 
   
 
   
   

Belajar dalam sehari mempunyai resiko lupa yang lebih besar, karena hal-hal yang kita pelajari dalam waktu singkat dan tanpa perulangan secara berkala --disimpan dalam memori jangka pendek, karena itulah kadang kita kesulitan mengingat hal yang barusan kita baca.

Stephen Covey seorang penulis dan motivator terkenal menyindir kebiasaan yang sering dilakukan mahasiswa ini, ia menyebut; cara belajar dalam sehari kadang memang efektif, seseorang dapat melewati ujian dengan baik, namun demikian apakah nilai yang diperoleh tersebut dapat dipertangungjawabkan?

Alasan Covey bukan tidak beralasan, dimana dunia kerja yang berat dengan persaingan individu sangat ketat banyak diantara mereka tidak mampu dan gagal pada hal-hal kecil yang seharusnya sudah mereka kuasai ketika kuliah dulu. Hal-hal kecil itulah justru yang menghambat karir mereka.

 


Membaca


Kebanyakan kita belajar setiap hari dengan metode menghafal, tidak heran beberapa hari kemudian kita akan mudah lupa dengan apa yang sudah kita hafal, kenapa ya? Belajar dengan metode menghafal bukanlah sebuah metode yang salah atau metode yang sudah tidak dipakai lagi sekarang ini, menghafal masih tetap digunakan sebagai salah satu cara belajar efektif. Bayangkan, bila seorang dokter tidak menghafal nama atau istilah obat-obatan dapat membahayakan pasiennya bukan?

Menghafal merupakan cara mengingat sesuatu hal sehingga seseorang dapat menyebutkan kembali tanpa perlu melihat kembali konsep tersebut. Sesuatu yang kita hafal diperlukan pengulangan secara berkala agar sesuatu yang kita hafal itu itu tersimpan dalam memori jangka panjang (long-term memory).

Bila kita sering melakukan pengulangan (rehearsal) maka akan semakin mudah kita melakukan retrieving (mengingat) kembali. Terpenting adalah menemukan cara-cara tepat yang sesuai dan mudah untuk dilakukan sesuai dengan karakter kita dalam belajar. Agar memberikan hasil yang memuaskan pengulangan perlu dilakukan dalam proses belajar, artinya belajar perlu dilakukan setiap waktu.

Bagaimana kita dapat membaca secara efektif?

1. Membaca buku secara keseluruhan
Membaca buku secara keseluruhan akan memberikan pengetahuan dan pemahaman secara utuh tentang isi buku tersebut. Witty (1953) dalam bukunya How to Become a Better Reader menyebutkan bahwa kepuasan dicapai bila pembaca dapat memahami dan mengambil intisari berguna bagi dirinya.

2. Membaca buku bagian-bagian tertentu saja.
Orang Jepang menghabiskan rata-rata 10 buku setiap harinya. Luar biasa bukan? Hal ini akan menyita banyak waktu, bayangkan bila setiap bukunya setebal 800 halaman, bagaimana mereka mampu? Caranya adalah membaca bagian atau bab tertentu saja.

Tentunya, cara itu dilakukan bila ia telah membaca bagian-bagian tersebut sebelumnya di buku yang berbeda. Cara ini akan menghemat banyak waktu, pada prinsipnya; buat apa membaca sesuatu topik yang sama bila sebelumnya pernah Anda baca?

3. Mengambil suatu intisari
Mengambil suatu intisari setiap halaman merupakan cara belajar cepat, biasanya dilakukan dengan membaca cepat pada bagian tertentu saja setiap paragrafnya dan melewatinya bila dianggap tidak ada hal yang penting. Intisari diperoleh bila pembaca menemukan kalimat-kalimat yang dianggap penting dan menggarisbawahi atau memberikan tanda-tanda tertentu pada kalimat tersebut. Cara ini akan memudahkannya kelak ketika mengulang kembali membaca atau mencari topik penting lainnya yang sudah ditandai.

4. Membuat ringkasan dan catatan
Cara ini tidak hanya dengan membaca saja, menulis ringkasan penting berarti kita telah melakukan “penekanan” secara lebih mendalam tentang apa yang kita baca.

Membaca lalu menulis sesuatu yang kita baca berarti telah mengkoordinasi beberapa indera secara bersamaan yang dapat membantu otak kita dalam menanamkan memori secara lebih tegas.

5. Mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan
Biasanya pertanyaan-pertanyaan yang ada merupakan intisari dari suatu buku atau bagian bab yang membahas hal-hal utama sebagai pokok pikiran dalam buku tersebut. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada akan membantu secara cepat dalam memahami isi buku. Jawaban yang ditemukan dengan mencari (membaca) di halaman sebelumnya akan memberi rasa puas bila menemukan jawaban yang dimaksud.

6. Menginterpretasikan peta, tabel, gambar dan sebagainya.
Menginterpretasikan peta, tabel, gambar, grafik akan memberikan pemahaman yang mendalam mengenai hal-hal yang dimaksudkan penulis. Pemahaman terhadap gambar juga menanamkan pemahaman memori secara visual (iconic memory).
 


Keuntungan membaca


Semakin banyak membaca akan memberikan pengetahuan baru dalam diri kita, membaca memperkaya wawasan kita, tentunya proses belajar tidak hanya berhenti disitu, proses belajar seharusnya memberikan kontribusi positif dalam berpikir, sikap dan perilaku. Artinya proses belajar haruslah membawa perubahan dalam tingkah laku kearah yang lebih baik dari sebelumnya. Idealnya perubahan tersebut menjadi suatu kebiasaan.

Membaca memberikan informasi yang berguna bagi kita, informasi tersebut akan tersimpan dalam memori sebagai pengetahuan. Pengetahuan itu akan berguna sewaktu-waktu sebagai informasi bagi kita dalam bertindak, misalnya saja kita membaca tentang pelbagai penyakit yang ditimbulkan dari hubungan seksual bebas (freesex) maka tentunya dengan informasi yang kita peroleh tersebut akan membuat kita menjaga jarak dan tidak melakukan perbuatan tersebut.

Buku, dengan membaca tentunya menjadi ajang pergaulan positif bagi remaja di Jepang, kenapa kita tidak meniru mereka? Remaja di Jepang --bagi mereka yang tidak membaca buku-buku terbaru dianggap tidak gaul, ketinggalan jaman, kuno dan akan tersisih dari teman-temannya. Nah, kenapa kita menjadikan buku sebagai ajang untuk mencari teman?

Beberapa keuntungan membaca
1) menumbuhkan dan membangun prinsip yang kuat sebagai bentuk jati diri
2) menanam rasa percaya diri dalam pengambilan keputusan
3) memberikan informasi yang berguna sebagai landasan berpikir, sikap dan tingkah laku
4) memberikan kekuatan dalam bertindak, tidak ragu-ragu dan optimisme yang tinggi
5) mempunyai self esteem yang tinggi
6) bagi beberapa orang membaca dapat mengurangi stress dan kecemasan
7) membaca memberikan informasi untuk memperkaya intelektualitas
8) menumbuhkan dan mengembangkan ide-ide kreatif
9) wawasan luas menjadi salah faktor untuk mencapai kesuksesan
10) membaca memberikan informasi dan memberikan arahan terstruktur dalam perencanaan
11) membaca menambah wawasan dan dapat menjadi sarana untuk bergaul
12) membaca membuat kita tidak ketinggalan informasi dan tidak bikin kita gagap teknologi
13) meningkatkan kewaspadaan, --banyak membaca berarti kita mewaspadai diri dari penipuan orang lain

Nah, tunggu apalagi? Masih malas membaca? [SM/PD]
 


 

 

___________________


 

 

Comment Script

Comments

Name
E-mail (Will not appear online)
Homepage
Title
Comment
;-) :-) :-D :-( :-o >-( B-) :oops: :-[] :-P
This comment form is powered by GentleSource Comment Script. It can be included in PHP or HTML files and allows visitors to leave comments on the website.
 
 
 
 
   

Kembali ke atas

Artikel

 

Pendidikan | Kepribadian | Keluarga | Organisasi | Cinta | Wanita | Remaja | Seks | Artikel Bebas | Opini | Celoteh

Psikologi

 

Psikologi Umum | Psikologi Islami | Konsultasi Psikologi

Website

 

Admin | Webmail | Disclaimer | Visi dan Misi | Mailbox | Info link | Kontak Kami | Web Donasi | Blog | Forum

Agenda

 

Emotional Self Managing Program | Agenda Sosial

Lembaga Psikologi

 

Lembaga Konseling dan Terapi | Daftar

     
 
     
     
 
   

© 2007 Pikirdong
www.pikirdong.org
Ide kecil perbaikan diri dan berpikir positif -
Kontak kami: info@pikirdong.org
Telp. 0813.3247.5184