|
Banyak
diantara kita belajar dalam menghadapi ujian atau test dengan persiapan belajar
yang minim, bahkan banyak diantara kita hanya belajar dalam semalam atau
beberapa jam saja untu menghadapi ujian keesokan harinya. Cara ini sering
disebut dikalangan siswa sebagai cara belajar SKS, sistem kebut semalam.
Belajar dalam sehari mempunyai resiko lupa yang lebih besar,
karena hal-hal yang kita pelajari dalam waktu singkat dan tanpa perulangan
secara berkala --disimpan dalam memori jangka pendek, karena itulah kadang kita
kesulitan mengingat hal yang barusan kita baca.
Stephen Covey seorang penulis dan motivator terkenal menyindir kebiasaan yang
sering dilakukan mahasiswa ini, ia menyebut; cara belajar dalam sehari kadang
memang efektif, seseorang dapat melewati ujian dengan baik, namun demikian
apakah nilai yang diperoleh tersebut dapat dipertangungjawabkan?
Alasan Covey bukan tidak beralasan, dimana dunia kerja yang berat dengan
persaingan individu sangat ketat banyak diantara mereka tidak mampu dan gagal
pada hal-hal kecil yang seharusnya sudah mereka kuasai ketika kuliah dulu. Hal-hal
kecil itulah justru yang menghambat karir mereka.
Membaca
Kebanyakan kita belajar setiap hari dengan metode menghafal, tidak heran
beberapa hari kemudian kita akan mudah lupa dengan apa yang sudah kita hafal,
kenapa ya? Belajar dengan metode menghafal bukanlah sebuah metode yang salah
atau metode yang sudah tidak dipakai lagi sekarang ini, menghafal masih tetap
digunakan sebagai salah satu cara belajar efektif. Bayangkan, bila seorang
dokter tidak menghafal nama atau istilah obat-obatan dapat membahayakan
pasiennya bukan?
Menghafal merupakan cara mengingat sesuatu hal sehingga seseorang dapat
menyebutkan kembali tanpa perlu melihat kembali konsep tersebut. Sesuatu yang
kita hafal diperlukan pengulangan secara berkala agar sesuatu yang kita hafal
itu itu tersimpan dalam memori jangka panjang (long-term memory).
Bila kita sering melakukan pengulangan (rehearsal) maka akan semakin
mudah kita melakukan retrieving (mengingat) kembali. Terpenting adalah
menemukan cara-cara tepat yang sesuai dan mudah untuk dilakukan sesuai dengan
karakter kita dalam belajar. Agar memberikan hasil yang memuaskan pengulangan
perlu dilakukan dalam proses belajar, artinya belajar perlu dilakukan setiap
waktu.
Bagaimana kita dapat membaca secara efektif?
1. Membaca buku secara keseluruhan
Membaca buku secara keseluruhan akan memberikan pengetahuan dan pemahaman secara
utuh tentang isi buku tersebut. Witty (1953) dalam bukunya How to Become a
Better Reader menyebutkan bahwa kepuasan dicapai bila pembaca dapat memahami
dan mengambil intisari berguna bagi dirinya.
2. Membaca buku bagian-bagian tertentu saja.
Orang Jepang menghabiskan rata-rata 10 buku setiap harinya. Luar biasa bukan?
Hal ini akan menyita banyak waktu, bayangkan bila setiap bukunya setebal 800
halaman, bagaimana mereka mampu? Caranya adalah membaca bagian atau bab tertentu
saja.
Tentunya, cara itu dilakukan bila ia telah membaca bagian-bagian tersebut
sebelumnya di buku yang berbeda. Cara ini akan menghemat banyak waktu, pada
prinsipnya; buat apa membaca sesuatu topik yang sama bila sebelumnya pernah Anda
baca?
3. Mengambil suatu intisari
Mengambil suatu intisari setiap halaman merupakan cara belajar cepat, biasanya
dilakukan dengan membaca cepat pada bagian tertentu saja setiap paragrafnya dan
melewatinya bila dianggap tidak ada hal yang penting. Intisari diperoleh bila
pembaca menemukan kalimat-kalimat yang dianggap penting dan menggarisbawahi atau
memberikan tanda-tanda tertentu pada kalimat tersebut. Cara ini akan
memudahkannya kelak ketika mengulang kembali membaca atau mencari topik penting
lainnya yang sudah ditandai.
4. Membuat ringkasan dan catatan
Cara ini tidak hanya dengan membaca saja, menulis ringkasan penting berarti kita
telah melakukan “penekanan” secara lebih mendalam tentang apa yang kita baca.
Membaca lalu menulis sesuatu yang kita baca berarti telah mengkoordinasi
beberapa indera secara bersamaan yang dapat membantu otak kita dalam menanamkan
memori secara lebih tegas.
5. Mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan
Biasanya pertanyaan-pertanyaan yang ada merupakan intisari dari suatu buku atau
bagian bab yang membahas hal-hal utama sebagai pokok pikiran dalam buku tersebut.
Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada akan membantu secara cepat dalam
memahami isi buku. Jawaban yang ditemukan dengan mencari (membaca) di halaman
sebelumnya akan memberi rasa puas bila menemukan jawaban yang dimaksud.
6. Menginterpretasikan peta, tabel, gambar dan sebagainya.
Menginterpretasikan peta, tabel, gambar, grafik akan memberikan pemahaman yang
mendalam mengenai hal-hal yang dimaksudkan penulis. Pemahaman terhadap gambar
juga menanamkan pemahaman memori secara visual (iconic memory).
Keuntungan membaca
Semakin banyak membaca akan memberikan pengetahuan baru dalam diri kita, membaca
memperkaya wawasan kita, tentunya proses belajar tidak hanya berhenti disitu,
proses belajar seharusnya memberikan kontribusi positif dalam berpikir, sikap
dan perilaku. Artinya proses belajar haruslah membawa perubahan dalam tingkah
laku kearah yang lebih baik dari sebelumnya. Idealnya perubahan tersebut menjadi
suatu kebiasaan.
Membaca memberikan informasi yang berguna bagi kita, informasi tersebut akan
tersimpan dalam memori sebagai pengetahuan. Pengetahuan itu akan berguna
sewaktu-waktu sebagai informasi bagi kita dalam bertindak, misalnya saja kita
membaca tentang pelbagai penyakit yang ditimbulkan dari hubungan seksual bebas (freesex)
maka tentunya dengan informasi yang kita peroleh tersebut akan membuat kita
menjaga jarak dan tidak melakukan perbuatan tersebut.
Buku, dengan membaca tentunya menjadi ajang pergaulan positif bagi remaja di
Jepang, kenapa kita tidak meniru mereka? Remaja di Jepang --bagi mereka yang
tidak membaca buku-buku terbaru dianggap tidak gaul, ketinggalan jaman, kuno dan
akan tersisih dari teman-temannya. Nah, kenapa kita menjadikan buku sebagai
ajang untuk mencari teman?
Beberapa keuntungan membaca
1) menumbuhkan dan membangun prinsip yang kuat sebagai bentuk jati diri
2) menanam rasa percaya diri dalam pengambilan keputusan
3) memberikan informasi yang berguna sebagai landasan berpikir, sikap dan
tingkah laku
4) memberikan kekuatan dalam bertindak, tidak ragu-ragu dan optimisme yang
tinggi
5) mempunyai self esteem yang tinggi
6) bagi beberapa orang membaca dapat mengurangi
stress dan
kecemasan
7) membaca memberikan informasi untuk memperkaya intelektualitas
8) menumbuhkan dan mengembangkan ide-ide kreatif
9) wawasan luas menjadi salah faktor untuk mencapai kesuksesan
10) membaca memberikan informasi dan memberikan arahan terstruktur dalam
perencanaan
11) membaca menambah wawasan dan dapat menjadi sarana untuk bergaul
12) membaca membuat kita tidak ketinggalan informasi dan tidak bikin kita gagap
teknologi
13) meningkatkan kewaspadaan, --banyak membaca berarti kita mewaspadai diri dari
penipuan orang lain
Nah, tunggu apalagi? Masih malas membaca? [SM/PD]

___________________
|