|
Pelecehan
seksual sering kita jumpai disekeliling kita, bahkan kita sendiri tidak
menyadarinya. Pelakunya bisa saja orang yang sangat dekat dengan kita, atau
orang yang kita kenal dengan baik, teman, dosen, atasan kerja, suami, pacar
bahkan orang tua kita sendiri.
| |
|
 |
|
| |
|
|
Pelecehan seksual merupakan stressor
terberat dalam kehidupan korban |
|
| |
|
|
-ilustrasi Ayed © freehand |
|
| |
|
Sayangnya, kasus pelecehan seksual sangat sulit menyeret
pelakunya ke penjara, karena kurang kuatnya bukti-bukti yang diperlukan di
pengadilan. Kenyataannya, pelakunya tidak akan pernah melakukannya sekali, ia
akan terus mengulanginya setiap kali kesempatan itu ada.
Pelaku pelecehan seksual pada umumya melihat adanya kesempatan dari korbannya.
Bila tidak ada respon dari korbannya membuat pelaku berani untuk mengulang
perbuatannya. Kecuali dalam beberapa kasus pelaku memilih korban yang dianggap
tidak mengerti atau dianggap tidak berbahaya karena korban tidak akan membuka
mulut, biasanya korbannya adalah anak-anak.
Beberapa bentuk yang dianggap sebagai pelecehan seksual;
Siulan, biasanya pelakunya adalah beberapa orang, kita temui ketika
mereka duduk bergerombol dan melihat korban lewat di depan mereka yang dianggap
cantik atau seksi. Walaupun mereka melakukannya dengan dalih iseng tapi ini
menimbulkan rasa tidak nyaman pada wanita.
Obrolan atau cerita yang mengarah pada porno, kadang sering kita
mendengarkan cerita dari teman, dosen atau orang-orang yang baru kita kenal,
ceritanya membuat kita merasa tidak nyaman.
Anekdot atau plesetan yang mengarah pada pornografi, boleh saja bermaksud
menghibur tapi perlu diperhatikan tempat dan waktu, tidak semua orang dapat
menerima cerita seks yang vulgar apalagi di depan orang banyak.
Meraba. Meraba dengan menyentuh tubuh dapat menimbulkan rangsangan bagi
pelakunya, biasanya mereka memanfaatkan situasi-situasi tertentu, misalkan duduk
bersebelahan di bis atau kereta api, pelaku melakukannya ketika korban tertidur.
Mencolek atau memukul pantat. Pelaku melakukannya di tempat umum, antrian
karcis, ketika lewat berpapasan dan sebagainya. Memukul pantat adalah hal yang
tabu dilakukan, walaupun itu teman sendiri. Di beberapa tempat pelakunya dapat
dihukum berat.
Syarat yang mengarah pada perilaku seksual. Imingan yang mengarah pada
pendekatan seksual. Pelaku memanfaatkan situasi tertentu dimana korban terjepit
atau membutuhkan kebutuhan itu. Misalkan promosi kerja, kelulusan mata kuliah,
atau kasus casting sabun mandi dapat menjadi pelajaran buat kita.
Percobaan perkosaan. Pelakunya dapat pacar atau suami sendiri. Pacar yang
mengajak hubungan intim secara paksa,
sering tidak dilaporkan ke polisi. Dalam beberapa kasus hal ini tidak dilaporkan karena dianggap
kurangnya bukti yang kuat untuk dapat menyeret pelaku ke pengadilan, mereka (korban)
tidak menyadari bahwa hal yang dialaminya adalah percobaan atau perkosaan.
Meskipun pada awalnya perempuan menolak untuk melakukan hubungan seks, pria (pacar) mempunyai
dalih bahwa perempuan juga dapat menikmati hubungan intim itu. Hal lainnya
kebanyakan korban beranggapan bahwa hubungan seks menandakan bahwa keseriusan hubungan mereka
akan semkain serius atau sebab lainnya adalah
takut kehilangan pasangannya. Percobaan perkosaan atau bahkan oleh suaminya
sendiri dapat terjadi pada pasangan menikah, hal ini dikaitkan dengan kondisi
salah satu pasangan yang sebenarnya tidak siap atau enggan dalam menjalin
hubungan seksual karena disebabkan oleh kondisi fisik seperti kelelahan atau
menderita sakit.
Bercanda dengan menggunakan benda-benda yang dimiliki oleh wanita.
Misalkan bermain atau mempermainkan BH atau tampon di depan orang banyak dengan
maksud merendahkan wanita atau berbuat lucu dengan benda tersebut di depan
wanita.
Kasus casting iklan sabun yang menimpa beberapa gadis yang muda dan
terlihat masih lugu itu merupakan tindakan pelecehan terhadap wanita, kasus ini
mencoreng dunia broadcast sendiri. Ironisnya ini terjadi saat Indonesia
sedang melawan berbagai tindakan dan pratek yang merendahkan martabat wanita.
Secara personal hal ini terjadi karena remaja sekarang semakin sulit membedakan
tindakan yang berpegang pada prinsip benar-salah. Remaja semakin kabur
membedakan nilai-nilai kebenaran. Sikap permisifisme yang semakin terbuka,
seakan-akan hal itu (membuka baju -red) dalam casting adalah hal yang lumrah dan
dapat diterima sebagai ongkos ketenaran bila ia sukses nantinya. Sayangnya hal
ini dimanfaatkan sebagai objek pelampiasan hasrat seksual oleh oknum-oknum
tertentu.
Come on Girls! Tidak ada seorang pun dapat menyentuh dirimu, siapa pun
dia! Tidak ada seorangpun yang dapat merendahkan dirimu, tidak ada alasan yang
dapat dibenarkan untuk merendahkan dirimu!
Antisipasi
1. Peganglah prinsip bahwa tidak ada alasan yang dapat dibenarkan orang lain
untuk merendahkan diri Anda, siapapun dia, apapun alasannya.
2. Berpeganglah pada prinsip bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menyentuh,
meraba atau melihat bagian tubuh Anda untuk keperluan tertentu, kecuali bila
Anda merasa nyaman untuk itu.
3. Tidak memakai baju yang mencolok, terlalu seksi atau terbuka di depan orang
lain saat berjalan sendirian atau di tempat-tempat gelap karena ini akan
menggerakan orang untuk menggoda Anda.
4. Beritahu teman Anda bila Anda tidak menyukai joking- nya yang terlalu
melampaui batas.
5. Peringatkan secara langsung bila ada orang berani mencolek pantat Anda.
6. Bila cara nomor 5 tidak berjalan, permalukan dia dengan bicara sedikit agak
keras padanya, katakan bahwa Anda tidak suka dengan sikapnya.
7. Peringatkan bahwa tindakannya dapat melanggar hukum dan tolak semua
persyaratan yang diajukannya bila Anda merasa dirugikan.
8. Laporkan pada polisi. Jangan terburu-buru untuk melaporkannya, Anda
memerlukan bukti-bukti yang kuat untuk menyeretnya ke pengadilan. Usahakan ada
orang lain yang melihat situasi Anda, bila ada bukti yang dapat diajukan, jangan
dibuang atau hilang. [PD/Ayed]
___________________
|