|
Menstruasi
adalah peristiwa unik yang terjadi pada ovarium wanita, peristiwa ini terjadi
karena tidak terjadinya kehamilan ketika sel telur yang berkembang pada ovarium
-yang diproduksi oleh kista (kantung) folikel, mengalami pengisutan setelah
mengalami masa “penantian sperma yang tidak berkunjung datang”
Indung telur yang terletak pada kedua sisi rahim merupakan pabrik yang tiap
bulannya melepaskan sel telur(ovum), peristiwa ini dinamai dengan masa ovulasi.
Sel-sel folikel dirangsang untuk untuk memproduksi estrogen karena pengaruh dari
FSH (folikel stimulating hormon) dan LH (luteinizing hormone).
Kenaikan kadar estrogen selama siklus menstruasi sangat mempengaruhi struktur endometrium (lapisan terdalam dari rahim). Lapisan ini menjadi jauh lebih tebal
dan sangat kaya akan darah. Selama periode ini, perubahan yang mendalam juga
terjadi dalam folikel. Di bawah pengaruh LH, telur yang sedang berkembang
menyelesaikan pembelahan meiosisnya. Folikel kemudian mengalami
maturasi (kematangan). Peningkatan kadar LH yang secara mendadak, folikel robek
dan melepaskan telur yang matang dan haploid. Telur tersebut bergerak dengan
cepat kemulut tuba fallopii dan mulai bergerak turun dengan lambat sepanjang
tubanya.
Setelah melepaskan telurnya, tidak berarti tugas folikel telah selesai, ia
berubah menjadi korpus luteum karena pengaruh LH. Korpus luteum juga suatu
kelenjar endokrin, mensekresi hormon stereoid progesteron. Untuk kira-kira 10
hari setelah ovulasi, kadar progesteron yang tinggi dalam darah mempersiapkan
uterus untuk memungkinkan hamil, menghambat kontraksi uterus, dan menghambat
perkembangan folikel baru.
Bila tidak terjadi fertilisasi produksi progesteron mulai menurun kira-kira pada
26 hari setelah hari siklus tersebut. Korpus luteum berdegenerasi, lapisan
uterus yang telah terbentuk tadi mulai hancur, dan pada hari ke 28, mulailah
menstruasi lagi. Penurunan progesteron menaikan hambatan, kontraksi uterus (karena
itu kram kadang-kadang disangkutpautkan dengan hari pertama atau kedua dari
menstruasi).
Pada wanita ketika menjelang menstruasi meningkatnya ketegangan psikologis dan
disertai rasa sakit secara fisik, hal ini
kira-kira dialami 90% wanita. Tingkat ketegangan ini sifatnya bervariasi. Hal
ini dianggap hal yang biasa oleh wanita, karena gejala-gejala yang muncul dapat
hilang yaitu selama 7 sampai 14 hari. Ketegangan yang meningkat saat menjelang
menstruasi disebut dengan sindrom menjelang menstruasi atau PMS (Premenstrual
Syndrom)
Gejala-gejala PMS antara lain:
· Sakit kepala atau migrain
· Rasa gelisah dan gugup
· Mudah lelah atau lesu
· Depresi atau keinginan untuk menangis
· Sakit punggung atau bagian panggul
· Adanya penyimpanan cairan dan kembung
· Kecanduan makanan (biasanya coklat, permen atau kue)
· Panas seluruh tubuh
· Perut membesar atau mengalami gangguan perut atau gangguan pada pencernaan
· Lekas marah
· Gangguan kencing dan susah buang air besar
· Pembengkakan dan rasa sensitif pada payudara
· Perubahan suhu tubuh
· Dorongan seks menurun
· Meningkatnya kesalahan dan kecelakaan
· Munculnya alergi atau jerawat/bintik-bintik pada wajah atau tubuh
· Mudah berkeringat dan rasa haus
· Pembengkakan pada kaki
· Ketidak stabilan emosi atau sikap agresif yang mudah meledak-ledak
· Susah berkonsentrasi penuh
Pemicu gejala-gejala tersebut berasal dari dalam tubuh, gejala-gejala tersebut
bukanlah yang tidak normal, hal itulah yang menunjukan bahwa hormon tubuh
bekerja secara normal, akan tetapi perlu adanya konsultasi pada dokter yang
mengerti perihal PMS (tidak semua dokter yang tahu betul dengan gejala ini,
mereka kadang menganggapnya sebagai penyakit biasa dan tidak ada hubungannya
dengan menstruasi).
AWAS! Ada saat-sat tertentu yang harus diperhatikan yakni terjadinya
keterlambatan menstruasi.
Kadang-kadang ovulasi tidak terjadi, dengan begitu folikel didalam ovarium
tumbuh membesar, namun tidak juga pecah.(untuk melepaskan sel telur yang telah
matang). Pembesaran folikel dapat sebesar bola tenis akan tetapi jarang disadari,
satu-satunya tanda yang mungkin dapat disadari adalah datang bulan terlambat.
Pembesaran kista ovarium tetapi tidak disertai dengan pelepasan telur adalah
merupakan penyebab awal timbulnya kanker ovarium.
Kanker ovarium adalah kanker yang terjadi pada ovarium (indung telur). Kanker
ini terjadi karena folikel yang tumbuh pada indung telur tidak mengalami proses
ovulasi. Kanker ini bisa juga terjadi karena tidak adanya kesimbangan antara
hormon estrogen dan progesteron
Apa yang mesti Anda ketahui tentang ini?
1. Pada wanita subur, pembesaran kista ovarium adalah hal normal akan tetapi
bila pembesaran tersebut tidak kunjung pecah (ditandai dengan terlambatnya
datang menstruasi) maka yang perlu dilakukan adalah wait and see artinya kista
ovarium akan menyusut 2 atau 3 bulan kemudian, tetapi bila diatas waktu tersebut
maka bergegaslah untuk memeriksa diri Anda ke ginekolog.
2. Kista ovarium yang terbentuk terdiri dua jenis, jenis jinak yakni jenis
fungsional, dapat berfungsi sebagaimana fungsinya dan kedua adalah jenis kanker.
Kemungkinan kedua inilah yang perlu diwaspadai karena tidak ada gejala yang
jelas.
3. Kanker ovarium bisa muncul pada wanita menjelang menopause karena bisa saja
pada masa menjelang ini kista yang terbentuk tidak kunjung pecah sementara
folikel menjadi kurang responsif terhadap FSH dan LH dan sedikit sekali
mensekresikan estrogen, yang akhirnya kista tersebut hanya terbentuk sebagai
kantung yang tidak selesai tugasnya.
4. Pil KB menghalangi pembentukan kista akan tetapi Anda harus memilih yang
cocok dan terbaik bagi Anda.
5. Pembedahan laparoskop dianggap lebih aman karena hanya diperlukan sayatan
yang lebih kecil. Dengan bantuan alat ini dokter akan memotong perut disesuaikan
dengan besarnya tungkai pemotong. Tindakan bedah dapat terbatas pada
pengangkatan kista ini pun tergantung pada tingkat penyebaran kanker, apakah
indung telur atau pengambilan keseluruhan rahim.
6. Tindakan pencegahan lebih utama, maka rajinlah memeriksa diri Anda ke
ginekolog! [PD/ayed]
___________________
|