|
Gadis-gadis
Indonesia bugil mulai bermunculan di internet. Tidak hanya di website gratisan,
melainkan beberapa website yang memang sengaja dirancang untuk model-model
Indonesia asli. Beberapa tabloid pun dengan berani mengekspose wanita-wanita
belia semi porno untuk khalayak umum. Berbagai pose syur yang memang dibuat
secara profesional diambil dari model-model amatiran. Suatu trend sensualitas?
Ataukah sebagai tuntutan pasar?
Model yang diambil berkisar 17 sampai dengan 25 tahun dengan mempertontonkan
bagian tubuh tertentu yang membangkitkan gairah kaum adam. Tidak hanya internet
yang hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu yang dapat mengaksesnya, beberapa
tabloid pun bermunculan dengan hidangan yang sama beredar luas di dalam
masyarakat. Alasan klasik penerbitan adalah model yang ditampilkan bukanlah
pornografi melainkan mode swimsuit. Terlepas polemik sah atau tidah sah tentang
mode sensualitas ini, apa yang Anda lakukan bila mendapat tawaran pemotretan
sensual tersebut?
Pilihan ya atau tidak, ada pada Anda. Beberapa tawaran selanjutnya telah menanti
Anda. Membawa Anda semakin jauh dalam dunia "modelling". Sebelum Anda mengambil
keputusan menerima tawaran tersebut Anda dapat mempertimbangkan beberapa hal
yang barangkali tak terduga dapat terjadi dengan Anda;
1. Bersiaplah salah satu diantara keluarga Anda akan menentang dengan sikap dan
pilihan yang Anda buat. Bersyukur bila tidak membuat orang tua Anda stroke
dengan melihat tampilan syur Anda di majalah.
2. Bersiap kehilangan pekerjaan. Beberapa perusahaan tertentu menolak sikap
karyawan yang dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap moral atau etika.
3. Bersiap menerima kejutan 10 tahun kemudian. Hal tidak yang Anda duga adalah
bila Anda telah berhenti menjadi model syur, anak Anda akan melihat pose Anda
sewaktu-waktu. Publikasi dapat terjadi tanpa sepengetahuan Anda. Anda tidak
pernah tahu pose Anda dapat menyebar melalui beberapa media lainnya, internet
atau email, diluar media cetak yang memuat pose-pose hot Anda sebelumnya.
4. Bersiap menerima tawaran baru yang lebih menantang. Beberapa agensi model
biasanya menjual keberanian Anda ke beberapa photographer lainnya. Kemungkinan
Anda akan kebanjiran tawaran setelah pemotretan sebelumnya dan tentunya dengan
pose yang lebih menantang.
5. Anda mempunyai penggemar yang selalu memuji tubuh Anda, di
sisi lain siap menerima sebutan-sebutan baru karena keberanian Anda.
6. Berbagai tindakan pelecehan seksual baik secara langsung atau tidak, dapat
Anda terima sewaktu-waktu selama pemotretan berlangsung atau bahkan di depan
publik.
Eksploitasi Seks Model Porno Jepang
Jepang adalah termasuk salah satu negara ekploitasi seks bebas. Beberapa bar
juga menyediakan streaptease, bioskop porno, sex shop, majalah porno, hotel (Beberapa
hotel di Jepang di rancang dengan berbagai setting dan menyediakan pekerja seks
komersil) dan sebagainya yang mudah ditemukan di sudut kota. Hiburan modern ini
awalnya hanya di jumpai di kota-kota besar negara eropa dan amerika.
Model porno Jepang biasanya diambil dari agen pencari bakat. Model-model
tersebut diambil dari kalangan remaja sekolah. Mereka mulai dibidik sejak usia
16 tahun. Awalnya model-model belia itu diambil untuk pemotretan baju renang dan
bikini. Tawaran hidup mewah membawa mereka terjun kedalam pornografi. Tidak
hanya untuk majalah dewasa, dan juga film porno. Sekitar tahun 2000 peraturan
pemerintah melarang pekerja wanita masih 18 tahun untuk menekan tindakan
kejahatan seksual.
Agen pencari bakat mempunyai jaringan yang cukup rapi, mereka mengincar
gadis-gadis cantik yang masih duduk di sekolah. Mereka memberikan
tawaran-tawaran yang menggiurkan menjadi model terkenal. Sementara menjadi model
dan dapat mencari uang sendiri merupakan impian kebanyakan gadis-gadis Jepang.
Banyak diantara mereka akhirnya terjerumus dalam prostitusi.
Selama menjadi model porno mereka mengalami perlakuan-perlakuan yang tidak wajar,
mulai dari produser, photographer, tata cahaya sampai pada supir.
Perlakuan-perlakuan tersebut kadang di luar isi perjanjian kontrak. Misalnya,
isi perjanjian menyebutkan pemotretan swimsuit atau semi porno, akan tetapi pada
prakteknya adalah pemotretan porno dan vulgar. Mereka kadang juga diperkosa
secara beramai-ramai oleh kru selama atau sesudah pemotretan.
Pilihan mereka telah menjadi resiko, kehidupan mewah dan pelakuan-perlakuan
pelecehan harus mereka terima. Mereka terjebak dalam sindikat pornografi.
Berbagai perlakuan yang tidak wajar harus mereka terima sesuai dengan tuntutan
skenario, tidak jarang mereka mendapat siksaan bila menolak tawaran atau
tuntutan sutradara. Beberapa peran, seperti masokis pun harus mereka jalani. Tak
jarang pukulan memar membekas ditubuh.
Gambaran model-model Jepang yang terjerumus dalam prostitusi di atas dapat
menjadi pertimbangan buat Anda sebelum mengambil keputusan untuk menerima
tawaran-tawaran tersebut. Hal-hal tak terduga dapat terjadi diluar rencana dan
pengetahuan Anda, pertimbangan yang matang dan membuka pikiran akan memberikan
keteguhan berprinsip. [PD/ayed]
___________________
|